You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
BBPOM Jakarta Edukasi Masyarakat Gunakan Jamu yang Aman
photo Folmer - Beritajakarta.id

BBPOM Jakarta Edukasi Masyarakat Gunakan Jamu yang Aman

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta, menggelar sosialisasi dan edukasi tentang pengolahan serta konsumsi jamu yang aman.   

"Obat bahan alam yang mengandung BKO telah masuk dalam public warning,"

Kegiatan yang diadakan secara webinar ini mengusung tema "Menjamu Masa Depan dengan Jamu yang Aman, Bermutu dan Bermanfaat"dan diikuti 60 peserta dari pelaku usaha obat bahan alam, akademisi, kader PKK, organisasi masyarakat, Pramuka serta anggota masyarakat. 

Kepala BBPOM di Jakarta, Sofiyani Chandrawati Anwar mengatakan, obat bahan alam atau jamu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah bangsa Indonesia sebagai kearifan lokal untuk menjaga kesehatan. 

BBPOM Gencar Sosialisasikan Komunitas Pangan Aman

"Jamu juga diakui sebagai warisan budaya tak benda dari UNESCO sehingga berpotensi untuk terus dikembangkan, baik nasional maupun global," ujar Sofiyani Chandrawati Anwar seperti dikutip melalui keterangan tertulis, Kamis (25/6). 

Ia mengungkapkan, Jakarta sebagai pusat perdagangan ekonomi dan nasional merupakan posisi yang strategis sehingga memiliki potensi besar dalam penjualan obat bahan alam. 

"Peluang ini hendaknya disambut optimis mengingat permintaan terhadap obat bahan alam terus meningkat seiring dengan kecenderungan masyarakat untuk kembali ke alam (back to nature) dalam memelihara kesehatannya," ungkapnya. 

Dibalik potensi besar ini, lanjut Sofiana, peredaran obat bahan alam yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) dan produk ilegal masih ditemukan sehingga hal ini menjadi tantangan untuk memperkuat pengawasan terkait obat bahan alam.

"Obat bahan alam mengandung BKO sangat berbahaya karena menyebabkan gangguan kesehatan serius dan kerusakan organ permanen," paparnya. 

Ia menjelaskan, penambahan BKO seperti tramadol, piroksikam, deksametason, parasetamol, kafein, dan alopurinol memberikan efek "cespleng" atau instan yang seolah-olah menyembuhkan, sebenarnya sangat berisiko terhadap kesehatan. 

"Obat bahan alam yang mengandung BKO telah masuk dalam public warning, ditarik dan dilarang beredar diantaranya Tawon Liar, Wan Tong, Cobra X, Tongkat Arab," jelasnya. 

Oleh karena itu, Sofiana meminta masyarakat hendaknya menjadi konsumen yang cerdas dengan menerapkan Cek Kemasan, Label, Izin Edar dan Kedaluwarsa (Cek Klik). 

Serta bersikap kritis dan waspada terhadap setiap produk obat bahan alam yang menawarkan klaim berlebihan dan efek instan.

"Kami mengimbau masyarakat memperhatikan keutuhan kemasan, membaca informasi pada label produk, memastikan nomor izin edar BPOM serta tanggal kedaluwarsa sebelum digunakan," serunya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Tera Perangkat SPKLU Pastikan Pengukuran Energi Listrik Akurat

    access_time09-10-2026 remove_red_eye11257 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Transjakarta Apresiasi Pelanggan Cilik Pengguna Setia Mikrotrans di Jaktim

    access_time11-10-2026 remove_red_eye6836 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Petugas Berhasil Evakuasi Jenazah di Kali Ciliwung

    access_time08-10-2026 remove_red_eye6743 personNurito
  4. MRT Jakarta Integrasikan Pembayaran Tiket JakLingko Mulai 12 Oktober 2026

    access_time09-10-2026 remove_red_eye3589 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Sudin Kesehatan Jakpus Sidak Dua Klinik Kecantikan Diduga Ilegal

    access_time06-10-2026 remove_red_eye1688 personFolmer