Night at The Library Meriahkan HUT ke-499 Jakarta, Gaungkan Pesan Lima Abad
Suasana Perpustakaan Jakarta di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat pada Jumat (26/6) malam dipadati ratusan pengunjung dalam gelaran Night at the Library bertajuk "Jakarta 499: Menulis Halaman ke-500 Kota Jakarta".
"Mengajak masyarakat mulai menuliskan halaman ke-500"
Kegiatan yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Provinsi DKI Jakarta itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-499 Jakarta sekaligus menyambut usia lima abad Jakarta pada 2027.
Komisi E Minta Dispusip Tingkatkan Fasilitas dan Sosialisasi LiterasiTingginya antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah pengunjung yang mencapai sekitar 500 hingga 600 orang sepanjang acara. Mereka mengikuti berbagai kegiatan literasi, diskusi, pertunjukan seni, hingga peluncuran Festival Sastra HB Jassin 2026.
Kepala Dispusip DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono mengatakan, kegiatan tersebut menjadi ajakan bagi masyarakat untuk mulai mengisi "halaman ke-500" Jakarta melalui karya, gagasan, dan aktivitas literasi.
"Kalau selama ini Jakarta berada di halaman ke-499, maka kini kami mengajak masyarakat mulai menuliskan halaman ke-500. Artinya, kita mulai mengisi babak baru Jakarta dengan berbagai karya, gagasan, dan kegiatan positif menuju usia 500 tahun," ujarnya, dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (27/6).
Nasruddin menjelaskan, perpustakaan saat ini harus menjadi ruang publik yang hidup, inklusif, dan mampu menghadirkan berbagai aktivitas kreatif, bukan sekadar tempat meminjam buku.
Ia mengaku senang melihat semakin banyak masyarakat yang memilih menghabiskan malam di perpustakaan.
"Sesungguhnya perpustakaan bukan hanya tempat membaca buku, tetapi tempat membaca kehidupan," terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, Nasruddin juga memperkenalkan gagasan Jakarta sebagai "Ibu Cerita" yang menggambarkan kota ini tidak hanya dibangun melalui gedung dan infrastruktur, tetapi juga melalui sejarah, sastra, jurnalisme, kebudayaan, dan kehidupan masyarakatnya.
"Kalau gedung adalah tubuh sebuah kota, maka cerita adalah jiwanya. Jakarta beruntung memiliki jiwa yang sangat kaya," ungkapnya.
Ia menambahkan, Jakarta memiliki perjalanan panjang dalam perkembangan literasi nasional, mulai dari lahirnya surat kabar modern, Balai Pustaka, hingga tumbuhnya ribuan penulis, jurnalis, penerbit, budayawan, dan komunitas kreatif.
Ia menuturkan, pada saat yang sama, Dispusip juga resmi meluncurkan Festival Sastra HB Jassin 2026. Festival tersebut menjadi gerakan bersama untuk memperkuat budaya membaca, menulis, berdiskusi, serta mengapresiasi karya sastra.
Ia menambahkan, predikat Jakarta sebagai Kota Sastra UNESCO yang dinilai menjadi amanah untuk terus membangun budaya membaca dan berpikir kritis.
"Tahun depan Jakarta memasuki usia 500 tahun. Lima abad bukan sekadar perayaan umur kota, tetapi perayaan atas kemampuan sebuah kota untuk terus belajar dan mewariskan pengetahuan kepada generasi berikutnya," ucapnya.
Kepala UPT Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Diki Lukman Hakim menuturkan, selain diskusi publik bertajuk "Potret Jakarta dalam Literatur dari Masa ke Masa" bersama Hilmar Farid, Asep Kambali, dan Avianti Armand yang dimoderatori Jovial da Lopez, Night at the Library juga menghadirkan monolog Ismail Marzuki oleh Sun Community, penampilan musik Duo Libra, Smoothies, Alika Shafira, dan Ecoutez.
"Rangkaian kegiatan malam tadi menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal Jakarta melalui berbagai perspektif, mulai dari sejarah, sastra, seni, hingga ingatan kolektif, sekaligus mempertegas peran perpustakaan sebagai pusat literasi dan ruang publik yang semakin diminati warga," bebernya.
Ia menyampaikan, sebanyak 16 program khusus dihadirkan selama liburan sekolah yang berlangsung sejak 23 Juni hingga akhir masa libur.
Program tersebut meliputi workshop, kegiatan kerajinan tangan, mendongeng, hingga berbagai aktivitas edukatif yang ditujukan bagi anak-anak.
"Selain bertepatan dengan HUT Jakarta, saat ini juga sedang berlangsung liburan sekolah. Untuk itu, kami menghadirkan berbagai kegiatan agar anak-anak dapat belajar sekaligus menikmati masa liburan mereka di perpustakaan," tandasnya.