You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Rusunawa PIK Pulogadung rezap
photo Reza Pratama Putra - Beritajakarta.id

Komisi D Sambut Baik Rencana Pembangunan 11 Rusun Baru

Komisi D DPRD DKI Jakarta menyambut baik rencana Pemprov DKI Jakarta membangun 11 rumah susun (rusun) baru pada 2027 sebagai upaya memenuhi kebutuhan hunian warga di tengah keterbatasan lahan di ibu kota.

"Kita ingin rusun dibangun sebanyak-banyaknya,"

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike menilai, pembangunan hunian vertikal merupakan solusi yang tepat mengingat pembangunan rumah tapak di Jakarta semakin sulit dilakukan.

"Kita ingin rusun dibangun sebanyak-banyaknya. Kalau bisa dengan skema non-APBD tentu lebih baik, tetapi yang paling penting masyarakat memiliki akses terhadap rusun bersubsidi maupun rumah murah yang terjangkau," ujar Yuke, Selasa (30/6).

Atasi Masalah Hunian, Pemprov DKI Bakal Bangun 11 Rusun

Selain membangun rusun baru, ia juga mendorong Pemprov DKI mempercepat revitalisasi rusun-rusun yang sudah tidak layak huni. Menurutnya, seluruh bangunan perlu melalui evaluasi menyeluruh agar tetap aman dan nyaman bagi para penghuni.

"Kami juga meminta seluruh rusun yang ada dicek kelayakannya. Kalau memang harus direvitalisasi total, ya direvitalisasi total. Yang penting masyarakat bisa tinggal dengan nyaman dan aman," tegasnya.

Yuke juga mendukung pengembangan konsep mixed use, yakni pembangunan rusun yang terintegrasi dengan fasilitas publik seperti pasar, gelanggang olahraga (GOR), maupun sarana umum lainnya sehingga dapat meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat.

Selain itu, ia berharap, pembangunan maupun revitalisasi rusun menerapkan konsep bangunan ramah lingkungan (green building) sebagaimana telah diterapkan pada sejumlah proyek hunian vertikal baru di Jakarta.

Di sisi lain, Komisi D mendorong pemerataan pembangunan rusun di lima wilayah administrasi Jakarta karena kebutuhan hunian dinilai masih tinggi dan penyebarannya belum merata.

Untuk mempercepat penyediaan hunian, Yuke juga meminta Pemprov DKI memanfaatkan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat melalui APBN.

Dikatakan Yuke, kolaborasi dengan pemerintah pusat menjadi langkah strategis mengingat kebutuhan hunian di Jakarta terus meningkat, sementara kemampuan APBD masih terbatas.

"Kesempatan memanfaatkan APBN harus kita jajaki. Yang terpenting adalah kebutuhan hunian masyarakat Jakarta bisa terpenuhi. Dengan begitu, warga yang tinggal di kawasan rawan banjir, rawan longsor, maupun permukiman kumuh dapat dipindahkan ke hunian yang lebih layak," tandasnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta berencana membangun 11 rusun baru pada 2027 sebagai bagian dari upaya menyediakan hunian vertikal yang terjangkau di tengah keterbatasan lahan dan tingginya harga properti di ibu kota.

Proyek tersebut akan tersebar di Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Barat. Pemprov DKI juga mengusulkan pembangunan itu kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) agar dapat terintegrasi dengan Program 3 Juta Rumah.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Ajak Warga Nikmati Mobilitas Hemat Program Tarif Rp1

    access_time24-06-2026 remove_red_eye5078 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Malam Puncak Perayaan HUT ke-499 Jakarta Sediakan 21 Kantong Parkir

    access_time25-06-2026 remove_red_eye1129 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. 190 Satpol PP Dikerahkan Amankan Perayaan Malam Puncak HUT Jakarta

    access_time26-06-2026 remove_red_eye1025 personFolmer
  4. Warga Hingga Wisatawan Antusias Ikuti Lomba Mancing dan Tidung Beach Run

    access_time27-06-2026 remove_red_eye917 personAnita Karyati
  5. 84 Kendaraan Ikut Uji Emisi di Kantor Wali Kota Jakbar

    access_time25-06-2026 remove_red_eye876 personBudhi Firmansyah Surapati