You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Sudin Kominfotik Jaktim Gelar Seminar Kelompok Informasi Masyarakat
photo Nurito - Beritajakarta.id

OPD di Pemkot Jaktim Diajak Tingkatkan Kualitas Konten Informasi Publik

Suku Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Jakarta Timur mengadakan Seminar Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) bertema "Optimalisasi Strategi Media Sosial Pemerintah dan Pemanfaatan CapCut untuk Meningkatkan Kualitas Konten Informasi Publik".

"Pelayanan publik dan kinerja pemerintah"

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pola, Kantor Wali Kota Jakarta Timur ini diikuti sebanyak 150 peserta yang merupakan admin media sosial Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur.

Sudin Kominfotik Jaksel Perkuat Literasi Digital Admin Media Sosial UKPD

Kepala Suku Dinas Kominfotik Jakarta Timur, Nuruning Septarida, Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat kapasitas pengelola media sosial pemerintah dalam menghadirkan informasi publik yang berkualitas, akurat, dan mudah dipahami masyarakat.

Menurutnya, media sosial kini telah menjadi salah satu kanal komunikasi utama antara pemerintah dan masyarakat. Untuk itu, akun media sosial pemerintah dituntut mampu menyajikan informasi yang cepat, akurat, mudah dipahami, dan dapat dipercaya.

"Saat ini media sosial menjadi salah satu kanal komunikasi utama antara pemerintah dan masyarakat. Informasi tidak lagi hanya disampaikan melalui siaran pers atau laman resmi, tetapi juga melalui konten yang hadir setiap hari di berbagai platform digital," ujarnya, Selasa (30/6).

Nuruning menjelaskan, peran admin media sosial pemerintah tidak lagi sebatas mengunggah dokumentasi kegiatan, tetapi juga menjadi representasi komunikasi pemerintah di ruang digital. 

"Setiap konten yang dipublikasikan harus mampu membentuk persepsi masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik dan kinerja pemerintah," terangnya.

Ia menambahkan, para pengelola media sosial juga merupakan bagian dari ekosistem Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang memiliki peran penting dalam membangun masyarakat yang cerdas dalam mengakses, mengolah, dan menyebarluaskan informasi yang benar serta bermanfaat.

"Konten pemerintah harus mampu menjawab kebutuhan informasi masyarakat, memberikan edukasi, menangkal hoaks dan disinformasi, serta membangun kepercayaan publik melalui komunikasi yang terbuka, humanis, dan responsif," bebernya.

Nuruning menuturkan, tantangan komunikasi publik saat ini tidak hanya terletak pada banyaknya konten yang diproduksi, tetapi juga pada kualitas dan dampak informasi yang disampaikan. 

"Kami perlu menerapkan strategi pengelolaan media sosial yang lebih terencana, mulai dari mengenali karakter audiens, menyusun kalender konten, memanfaatkan data analitik, hingga memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan," ucapnya.

Ia mengingatkan para admin media sosial agar tidak hanya berorientasi pada jumlah unggahan maupun pengikut, melainkan lebih mengutamakan manfaat informasi bagi masyarakat.

"Ukuran keberhasilan bukanlah seberapa banyak konten dipublikasikan atau jumlah pengikut yang dimiliki, melainkan sejauh mana informasi pemerintah dapat dipahami, dipercaya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat," bebernya.

Dalam seminar tersebut, Nuruning memaparkan peserta mendapatkan materi dari dua narasumber yakni, Content Creator Firda Aini Nur Fatimah yang membahas pemanfaatan aplikasi CapCut untuk meningkatkan kualitas konten informasi publik.

Kemudian, Founder Government Social Media Summit, Karina Kusumawardani, memaparkan materi mengenai penentuan batas informasi publik dalam praktik sengketa informasi, termasuk kebijakan nasional dan tantangan implementasinya.

"Kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperdalam pemahaman mengenai strategi komunikasi digital serta pengelolaan informasi publik," imbuhnya.

Nuruning berharap, seminar tersebut dapat meningkatkan kompetensi para admin media sosial pemerintah dalam menyusun strategi komunikasi digital, menghasilkan konten yang kreatif dan sesuai etika komunikasi publik, serta memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat melalui media sosial.

"Melalui semangat kolaborasi, kami berharap media sosial pemerintah menjadi ruang komunikasi yang informatif, edukatif, inspiratif, dan partisipatif agar mampu mendukung terwujudnya pemerintahan yang transparan, responsif, serta berorientasi pada pelayanan masyarakat," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Ajak Warga Nikmati Mobilitas Hemat Program Tarif Rp1

    access_time24-06-2026 remove_red_eye4532 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. 2.671 Substrat Karang di Kepulauan Seribu Pulihkan Ekosistem Pesisir

    access_time23-06-2026 remove_red_eye1112 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Malam Puncak Perayaan HUT ke-499 Jakarta Sediakan 21 Kantong Parkir

    access_time25-06-2026 remove_red_eye1075 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. 190 Satpol PP Dikerahkan Amankan Perayaan Malam Puncak HUT Jakarta

    access_time26-06-2026 remove_red_eye975 personFolmer
  5. Warga Hingga Wisatawan Antusias Ikuti Lomba Mancing dan Tidung Beach Run

    access_time27-06-2026 remove_red_eye847 personAnita Karyati