Jakarta World Folkfest Perkuat Langkah Jakarta Menuju Kota Global Berbudaya
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Dadiyono menyambut baik penyelenggaraan Jakarta World Folkfest (JWFF) 2026 yang digelar di Balai Kota Jakarta, Kamis (2/7).
"Budaya Betawi sangat kaya,"
Ia mengatakan, ajang tersebut menjadi sarana memperkuat pertukaran budaya sekaligus mendukung upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar pada budaya.
Abang None Cilik 2026 Perkuat Regenerasi Pelestari Budaya BetawiDadiyono mengapresiasi penampilan delegasi dari berbagai negara yang menampilkan kesenian khas masing-masing. Ia menilai, pertunjukan budaya Betawi yang ditampilkan tidak kalah menarik dan menunjukkan kekayaan budaya yang dimiliki Jakarta.
"Budaya Betawi sangat kaya dan harus terus dijaga serta dilestarikan. Target Jakarta menjadi kota global yang berbudaya harus benar-benar bisa diwujudkan, apalagi tahun depan Jakarta akan memasuki usia 500 tahun," ujarnya.
Ia berharap, jumlah negara peserta JWFF terus bertambah pada penyelenggaraan berikutnya sehingga ruang kolaborasi dan interaksi budaya dengan negara-negara sahabat semakin luas.
"Semakin banyak negara yang berpartisipasi tentu akan semakin baik dan semakin meriah. Jakarta memiliki banyak perwakilan negara sahabat, baik konsulat maupun kedutaan besar, sehingga potensi kerja sama budaya sangat besar," katanya.
Lebih lanjut, Dadiyono menilai, penyelenggaraan festival budaya saja belum cukup untuk mendukung transformasi Jakarta sebagai kota global. Menurutnya, masih banyak aspek yang perlu dibenahi, termasuk pembangunan infrastruktur dan penyelesaian berbagai persoalan perkotaan.
Ia optimistis Pemprov dan DPRD DKI Jakarta dapat terus berkolaborasi mewujudkan Jakarta yang lebih maju, nyaman, dan sejahtera bagi masyarakat.
"Kita ingin Jakarta dikenal dunia sebagai kota yang nyaman untuk dikunjungi dan kaya akan budaya," tandasnya.