Budi Daya Padi di Galon Jadi Inovasi Kelurahan Pasar Minggu
Upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis lingkungan melalui berbagai inovasi terus dilakukan di Kelurahan Pasar Minggu, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Salah satunya dengan memanfaatkan galon bekas sebagai media tanam padi yang kini sudah mencapai 350 unit.
"Menjaga stabilitas pangan"
Lurah Pasar Minggu, Meilita mengatakan, inovasi budi daya padi dalam galon merupakan gagasan yang lahir dari masyarakat dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah kelurahan bersama berbagai unsur terkait.
Poktan Swara Hijau Farm Kembangkan Budidaya Ikan Nila"Inovasi ini menjadi bentuk nyata kami dalam rangka menjaga stabilitas pangan di musim dan momen apa pun," ujarnya, Senin (6/7).
Meilita menjelaskan, varietas padi Inpari 32 saat ini menjadi andalan dalam budi daya tersebut. Dari sekali masa panen, ratusan galon yang ditanami mampu menghasilkan sekitar 70 kilogram gabah yang dikonversi menjadi kurang lebih puluhan kilogram beras.
Menurutnya, warga di RW 05 juga mulai mengembangkan varietas unggul M70 yang memiliki keunggulan masa panen lebih singkat, yakni sekitar 70 hari.
"Kami sudah berkomitmen untuk mengimplementasikan budidaya padi dalam galon di semua RW, dan mereka sangat antusias sekali," terangnya.
Tidak hanya mengembangkan padi galon, lanjut Meilita, Kelurahan Pasar Minggu juga mengoptimalkan lahan-lahan kosong melalui kawasan Taman Selaras dengan menanam berbagai komoditas pangan, seperti jagung dan aneka tanaman lainnya yang hasilnya dapat dipanen langsung oleh warga.
"Namanya Taman Selaras, kita tanam di situ ada jagung dan lain sebagainya yang mana hasilnya bisa langsung dipetik dan dimanfaatkan oleh warga yang mengunjungi taman," ungkapnya.
Ia menuturkan, upaya memperkuat ketahanan pangan juga dilakukan melalui kegiatan urban farming di RPTRA Belimbing dengan sistem hidroponik serta kolam gizi.
"Hasil panen dari kedua program tersebut dimanfaatkan sebagai bagian dari intervensi pemenuhan gizi bagi balita terduga stunting di wilayah Kelurahan Pasar Minggu," bebernya.
Meilita berharap, berbagai inovasi yang dijalankan bersama masyarakat dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi wilayah lain dalam membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan.
"Mudah-mudahan upaya kami bersama warga ini terus berkembang dan tentunya akan menjadi contoh baik bagi lingkungan lainnya dalam hal ketahanan pangan lingkungan," tandasnya.