You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Delapan Biopori Sampah Jumbo Dibuat di Cipulir
photo Tiyo Surya Sakti - Beritajakarta.id

Delapan Biopori Sampah Jumbo Dibuat di Cipulir

Upaya mengelola sampah berbasis lingkungan dengan membangun delapan lubang biopori jumbo di sejumlah titik strategis terus dimasifkan di Kelurahan Cipulir, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan

"Sampah organik ke dalam biopori"

Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Cipulir, Muhammad Tahjuddin Rosyi mengatakan, pembangunan biopori jumbo dilakukan sebagai solusi untuk mengurangi volume sampah organik sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari rumah.

Pengelolaan Sampah Organik di Manggarai Selatan Manfaatkan Biowash

Menurutnya, inisiatif ini menjadi bagian dari implementasi Instruksi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.

"Sejak instruksi itu diterbitkan, kami langsung bergerak melakukan berbagai upaya pengelolaan sampah, salah satunya dengan membangun biopori jumbo dan menggelar sosialisasi secara masif kepada masyarakat," ujarnya, Rabu (8/7).

Rosyi menjelaskan, delapan lubang biopori jumbo tersebut tersebar di empat lokasi, masing-masing dua unit di Taman Literasi Kelurahan Cipulir, Rumah Gizi RW 09, Taman Hati PKK RW 09, dan RPTRA Mangga Ulir.

Menurutnya, proses pembuatannya melibatkan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) bersama warga sebagai bentuk kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

"Materialnya berasal dari bantuan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan dan sebagian merupakan hasil swadaya masyarakat," terangnya.

Ia menambahkan, keberadaan biopori jumbo yang berfungsi sebagai komposter diharapkan dapat memudahkan warga mengolah sampah organik tanpa harus membuangnya ke tempat pembuangan akhir. 

"Warga cukup memilah sampah rumah tangga sesuai jenisnya, kemudian memasukkan sampah organik ke dalam biopori untuk diolah secara alami," ungkapnya.

Ke depan, lanjut Rosyi, pihak Kelurahan Cipulir berencana menambah jumlah biopori di berbagai lokasi. Warga juga didorong membuat biopori secara mandiri menggunakan ember cat bekas maupun material lain yang mudah diperoleh.

"Kami akan terus memperluas pembangunan biopori di titik-titik lainnya. Warga juga sudah kami dorong untuk membuat biopori secara mandiri menggunakan ember cat bekas atau material lainnya," ucapnya.

Sementara itu, salah seorang warga RT 04/07 Kelurahan Cipulir, Irfan, mengapresiasi upaya Kelurahan Cipulir bersama Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan yang konsisten mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memilah dan mengolah sampah.

"Setiap kegiatan seperti PSN, rapat lingkungan, hingga kegiatan kemasyarakatan lainnya selalu disisipkan sosialisasi tentang pengelolaan sampah. Mudah-mudahan upaya ini membawa dampak positif bagi lingkungan dan semakin meningkatkan kesadaran warga," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Tera Perangkat SPKLU Pastikan Pengukuran Energi Listrik Akurat

    access_time09-10-2026 remove_red_eye10859 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Petugas Berhasil Evakuasi Jenazah di Kali Ciliwung

    access_time08-10-2026 remove_red_eye6678 personNurito
  3. MRT Jakarta Integrasikan Pembayaran Tiket JakLingko Mulai 12 Oktober 2026

    access_time09-10-2026 remove_red_eye3325 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. Sudin Kesehatan Jakpus Sidak Dua Klinik Kecantikan Diduga Ilegal

    access_time06-10-2026 remove_red_eye1630 personFolmer
  5. Jalan Tembus Kelapa Gading-Pulogadung Permudah Mobilitas dan Aksesibilitas Warga

    access_time09-10-2026 remove_red_eye1408 personAldi Geri Lumban Tobing