Pawai Kendaraan Hias Meriahkan Pawai Ta'aruf MTQ Piala Gubernur di Jaktim
Suasana semarak mewarnai kawasan Kantor Wali Kota Jakarta Timur saat puluhan kendaraan hias dan ratusan peserta dari 10 kecamatan mengikuti Pawai Ta'aruf Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Piala Gubernur dan MTQ Tingkat Kota Jakarta Timur.
"Seluruh kontingen menampilkan kreativitas"
Beragam tema kreatif yang diusung masing-masing kontingen sukses mencuri perhatian masyarakat di sepanjang rute pawai.
Anwar Mengapresiasi dan Bangga Kontingen Jaksel Juara Umum MTQPawai diawali dengan masuknya kontingen dari 10 kecamatan ke area Kantor Wali Kota Jakarta Timur secara bergantian. Masing-masing rombongan dikawal anggota Paskibraka Kota Jakarta Timur yang membawa papan nama kecamatan. Setiap kecamatan mengirimkan sekitar 100 peserta serta dua kendaraan hias yang akan dinilai oleh panitia LPTQ Jakarta Timur.
Iring-iringan peserta melintasi Jalan I Gusti Ngurah Rai hingga Jalan Sumarno sebelum memasuki kawasan Kantor Wali Kota. Kreativitas para peserta menjadi daya tarik utama, mulai dari replika kapal perang hingga parade tokoh-tokoh perjuangan Indonesia.
Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin mengapresiasi antusiasme seluruh peserta yang dinilai mampu menghadirkan pawai ta'aruf paling meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Alhamdulillah, pawai ta'aruf tahun ini jauh lebih meriah dibanding tahun lalu. Gema takbir membahana di Jakarta Timur dan seluruh kontingen menampilkan kreativitas yang luar biasa," ujarnya, Selasa (14/7).
Munjirin menjelaskan, setiap kecamatan berhasil menghadirkan konsep yang berbeda sehingga membuat proses penilaian menjadi tidak mudah.
"Setiap kecamatan memiliki kreasi dan inovasi masing-masing. Saya yakin panitia akan cukup kesulitan menentukan pemenangnya karena semuanya tampil maksimal," terangnya.
Ia berharap kemeriahan pawai tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur'an sekaligus mengingatkan masyarakat bahwa MTQ masih terus menjadi bagian dari syiar Islam di Jakarta Timur.
"Inilah yang kita inginkan, agar generasi muda semakin mencintai Al-Qur'an dan tumbuh menjadi generasi Qurani. Pawai ini juga menjadi sarana menginformasikan kepada masyarakat bahwa MTQ terus hadir dan berkembang di Jakarta Timur," ungkapnya.
Camat Ciracas, Panangaran Ritonga menjelaskan, tema perjuangan dipilih setelah melalui pembahasan bersama panitia kecil dan unsur MUI Kecamatan Ciracas. Tema tersebut diwujudkan melalui berbagai kostum yang menggambarkan semangat perjuangan bangsa.
"Menyesuaikan tema perjuangan, kontingen Ciracas menampilkan pejuang kemerdekaan, petani, tentara rakyat, hingga kolonial Belanda. Saya mengenakan kostum Jenderal Sudirman, sedangkan Wakil Camat berkostum Presiden Soekarno," bebernya.
Ia menambahkan, sekitar 150 peserta yang berasal dari TP PKK, MUI, KUA, DMI, dan majelis taklim tampil kompak sepanjang pawai.
Sementara itu, Camat Cipayung, Diman,l memaparkan, pemilihan tema Laksamana Cheng Ho dilakukan secara spontan oleh tim kreatif karena dinilai selaras dengan semangat syiar Islam.
"Ide mengangkat tema Laksamana Cheng Ho muncul secara spontan dari tim kreatif. Kendaraan hias yang menyerupai kapal perang dirancang oleh tim PPSU dari delapan kelurahan sehingga tampil lebih menarik dan meriah," tandasnya.
Untuk diketahui, pemenang lomba pawai ta'aruf dijadwalkan diumumkan oleh panitia LPTQ Jakarta Timur pada Rabu (15/7) bersamaan dengan penyerahan penghargaan kepada kontingen terbaik.