DKJ Tetapkan Delapan Pemenang Sayembara Kritik Sastra 2026
Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) mengumumkan delapan pemenang Sayembara Kritik Sastra 2026 pada acara Malam Anugerah yang diselenggarakan di gedung Theater Kecil Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (23/7) malam.
"Kritik sastra mengajak kita membaca lebih dalam,"
Juara pertama Sayembara Kritik Sastra 2026 diraih Fitrilya Anjasari dengan karya berjudul "Keruntuhan Manusia Sebagai Pusat: Kecenderungan Posthuman dalam Estetika Sastra Indonesia Mutakhi".
Kepala Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta (UPPKJ) Taman Ismail Marzuki, Harry Sanjaya mengaku senang hadir merayakan lahirnya gagasan, apresiasi dan tradisi intelektual melalui Malam Anugerah Sayembara Kritik Sastra tahun 2026.
Apresiasi Dedikasi HB Jassin, Simposium Sastra Internasional DigelarIa mengatakan, kritik sastra sesungguhnya tidak sekadar memberi penilaian, tapi bentuk penghargaan terhadap karya.
"Kritik sastra mengajak kita membaca lebih dalam, berdialog lebih luas dan memahami sastra bukan hanya sebagai rangkaian kata, tetapi sebagai cermin kehidupan budaya dan peradaban," ujar Harry Sanjaya, Kamis (20/7).
Ia mengungkapkan, UPPKJ TIM mengapresiasi komite.sastra Dewan Kesenian Jakarta yang secara konsisten menghadirkan ruang bertumbuhnya tradisi kritik sastra di Indonesia.
"Sayembara ini tidak sekadar ajang kompetisi, tapi juga ruang pembelajaran, dialog sekaligus regenerasi bagi lahirnya kritikus sastra yang mampu menghadirkan perspektif baru terhadap perkembangan kesusastraan Indonesia," ungkapnya.
Ia juga mengucapkan selamat kepada para pemenang Sayembara Kritik Sastra 2026. Semoga penghargaan yang diraih menjadi penyemangat untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi bagi perkembangan kesusastraan Indonesia.
"Setiap tulisan yang lahir dari sayembara ini telah menjadi bagian penting untuk memperkaya khasanah kritik sastra Indonesia. Karena sesungguhnya keberanian berpikir, membaca secara kritis, dan menuangkan melalui tulisan adalah kemenangan tersendiri," paparnya.
Sementara itu, Ketua Komite Dewan Sastra DKJ, Fadjriah Nurdiarsih menjelaskan, Sayembara Kritik Sastra merupakan kompetisi penulisan, analisis dan penilaian terhadap karya sastra paling bergengsi di Indonesia yang sudah dilaksanakan sebanyak delapan kali sejak 2007.
Sayembara Kritik Sastra 2026 mengusung tema 'Jalan Panjang Sastra Indonesia' diselenggarakan sebagai upaya mendorong pentingnya karya sastra serta membangun tradisi kritik dan keilmuan.
"Dewan juri menetapkan 142 dari 170 karya sastra lolos seleksi administrasi. Selanjutnya karya sastra dibaca secara buta atau tidak diketahui siapa penulis maupun daerah asal," jelasnya.
Ia memaparkan, penilaian dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan verifikasi sebanyak dua kali serta menggunakan alat agar karya sastra yang diajukan peserta tidak terindikasi plagiarisme
"Selanjutnya dewan juri memilih sebanyak 15 naskah sastra terbaik. Dan malam hari inj diumumkan tiga naskah pemenang urqnq dan lima pemenang harapan," tandasnya.