You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
IMG 20260727 WA0046
photo Tiyo Surya Sakti - Beritajakarta.id

Pemkot Jaksel Canangkan Kanal Layanan Teman Cerita di Sekolah

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan mencanangkan kanal layanan Teman Cerita di sekolah. Kanal tersebut hadir sebagai wadah bagi setiap anak mendapatkan ruang yang aman untuk didengar, dibantu, dan didampingi.

"Pendampingan secara profesional"

Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo mengatakan, perlindungan terhadap anak bukan hanya menjadi tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab semua pihak, baik di lingkungan sekolah, tempat tinggal, maupun lingkungan lainnya.

Sudin PPAPP Jakut Ajak Perempuan Bijak Manfaatkan Media Sosial

"Prinsipnya, kanal Teman Cerita hadir untuk meminta bantuan, bercerita, dan mendapatkan pendampingan secara profesional dengan tetap menjaga kerahasiaan. Jadi, peserta didik tidak boleh memendam masalah sendirian," ujarnya, Senin (27/7).

Syafrin meminta para guru tidak hanya berperan sebagai pendidik, tetapi juga menjadi pendamping yang peka terhadap perubahan perilaku peserta didik. Ia mengajak para orang tua meluangkan waktu untuk benar-benar mendengarkan cerita anak-anak mereka.

"Kepada seluruh jajaran pemerintah dan mitra, mari kita pastikan program atau gerakan ini berjalan secara konsisten dan berkelanjutan, bukan hanya hari ini, tetapi setiap minggu di seluruh sekolah Jakarta Selatan," terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta, Dwi Oktavia menjelaskan, Teman Cerita merupakan sebuah kanal yang mendorong peserta didik membangun ekosistem dukungan melalui teman sebaya.

"Artinya, jika mereka memiliki teman yang sedang menghadapi permasalahan, kecemasan, atau kegelisahan dalam kehidupan sehari-hari, teman sebaya di sekolah tersebut siap menjadi konselor awal," ungkapnya.

Menurutnya, kanal Teman Cerita merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memastikan setiap anak merasa didengar, dilindungi, dan didampingi.

"Gerakan ini memiliki nilai yang sangat strategis karena mendukung terwujudnya Jakarta sebagai Kota Layak Anak," ucapnya.

Dwi menambahkan, kehadiran layanan tersebut juga memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental remaja. Permasalahan atau kondisi kecemasan yang dirasakan remaja dapat dikelola lebih dini dengan dukungan teman sebaya di sekolah.

"Saya mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, sekolah, orang tua, akademisi, dunia usaha, media, maupun masyarakat, untuk terus memperkuat kolaborasi," bebernya.

Ia menegaskan, melindungi anak bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab kita bersama yang harus direalisasikan dengan baik dan sungguh-sungguh.

"Semoga ikhtiar ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota yang semakin ramah, aman, sehat, dan layak bagi setiap anak," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5256 personNurito
  2. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1844 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1779 personNurito
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye1757 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1573 personAnita Karyati