Kapasitas BWRO di Pulau Kelapa Bakal Ditingkatkan
Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Kepulauan Seribu, berencana meningkatkan kapasitas instalasi Brackish Water Reverse Osmosis (BWRO)di Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu Utara.
Upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat
Kepala Sudin SDA Kepulauan Seribu, Frans Agustinus Siahaan mengatakan, peningkatan kapasitas BWRO merupakan upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terus meningkat, terutama saat musim kemarau.
Untuk langkah awal, jelas Frans, pihaknya menggelar sosialisasi di Ruang Pola Kantor Kelurahan Pulau Kelapa, Jumat (31/7). Kegiatan ini diikuti 60 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah, tokoh masyarakat, serta pihak pelaksana proyek.
SWRO di Pulau Harapan Solusi Penyediaan Air Bersih Warga“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai rencana peningkatan kapasitas BWRO di Pulau Kelapa,” ujarnya, Jumat (31/7).
Berdasarkan hasil kajian, jelas Frans, hingga 2035 nanti dibutuhkan tambahan kapasitas produksi sekitar 2,4 meter kubik per jam agar pelayanan air bersih kepada masyarakat dapat terus terpenuhi secara optimal.
Menurutnya, peningkatan kapasitas BWRO merupakan bagian dari program pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) lintas kabupaten dan kota. Proyek tersebut juga telah ditetapkan sebagai salah satu kegiatan strategis Kabupaten Kepulauan Seribu pada 2026.
“Pelaksanaan konstruksi direncanakan dimulai Agustus dan ditargetkan selesai Desember nanti,” jelasnya.
Ia menambahkan, pekerjaan akan dilakukan di gedung BWRO yang sudah ada serta gedung bekas PLTD yang berada di depan SDN 01 Pagi Pulau Kelapa.
Ruang lingkup pekerjaan meliputi peningkatan gedung, pengadaan dan pemasangan instalasi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) dua tahap (2-pass), serta jasa konsultan pengawasan.
“Kami berharap dukungan seluruh masyarakat agar proses pembangunan dapat berjalan lancar sehingga manfaatnya segera dirasakan warga,” tuturnya.
Camat Kepulauan Seribu Utara, Yulihardi, mengapresiasi Sudin SDA yang telah melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan melalui kegiatan sosialisasi.
Menurutnya, ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
“Semoga pembangunan berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Pulau Kelapa,” tandasnya.