You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pedestrian Deck jati ist
photo Istimewa - Beritajakarta.id

Desain Pedestrian Deck Dukuh Atas Selaras dengan Sejumlah Ikon Jakarta

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui PT MRT Jakarta memulai pembangunan pedestrian deck di kawasan Transit Oriented Development (TOD) atau pengembangan berorientasi transit Dukuh Atas, yang mencakup kawasan Menteng dan Tanah Abang di Jakarta Pusat, serta Setiabudi di Jakarta Selatan.

"memiliki desain yang selaras,"

Pedestrian Deck Dukuh Atas disiapkan sebagai jembatan penyeberangan multifungsi yang menghubungkan enam moda transportasi umum di kawasan tersebut.

Selain menghubungkan sejumlah moda transportasi umum, pedestrian deck juga melahirkan koneksi baru kawasan Dukuh Atas yang terbagi menjadi empat kuadran yang dipisahkan Jalan Jenderal Sudirman dan Sungai Ciliwung. Keberadaan pedestrian deck akan memudahkan pejalan kaki yang berpindah dari satu titik ke titik yang lain. 

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Pembangunan pedestrian deck melengkapi implementasi konektivitas pejalan kaki di kawasan TOD setelah sebelumnya telah dibuat pedestrianisasi Terowongan Kendal dan Jalan Blora, serta Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Dukuh Atas. Pedestrian deck akan menjadi penghubung vital yang menyatukan seluruh kawasan transit di Dukuh Atas.

Memiliki desain melingkar dengan diameter sekitar 100 meter, Pedestrian Deck Dukuh Atas akan menjadi ikon baru Kota Jakarta.

Advisor Program Management Office Division PT MRT Jakarta (Perseroda), Agus Trihan mengatakan, desain Pedestrian Deck Dukuh Atas yang berbentuk lingkaran bukan tanpa sebab, melainkan untuk menyelaraskan dengan bentuk sejumlah ikon Jakarta yang telah ada sebelumnya.

“Kalau lihat bangunan-bangunan atau ikon-ikon di Jakarta mulai dari Bundaran Senayan, GBK (Gelora Bung Karno), hingga Bundaran HI, semuanya bentuknya lingkaran, ya. Jadi, pedestrian deck juga memiliki desain yang selaras,” ujar Agus, saat pemaparan di Kantor MRT Jakarta, Transport Hub Dukuh Atas, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (30/7).

Selain ikon-ikon kota yang disebutkan, di Jakarta juga terdapat Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Halte Integrasi CSW, Bundaran Patung Kuda, hingga Jakarta International Stadium (JIS) yang semuanya memiliki keselarasan desain berbentuk lingkaran.

Selain itu, PT MRT Jakarta juga tidak menutup kemungkinan menampilkan ornamen budaya Betawi dalam desain pedestrian deck.

“Sebenarnya ini baru basic design, untuk desain final akan dikerjakan oleh kontraktor sesuai dengan peraturan yang berlaku. Jika memang diperlukan penempatan ornamen ikon Jakarta, tentu kami akan mengikutinya,” katanya.

Pedestrian deck yang berada di atas Jalan Jenderal Sudirman dan Sungai Ciliwung ini ditopang empat titik tiang utama yang menahan bentang dengan total panjang lebih dari 300 meter.

Pembangunan fisik Pedestrian Deck Dukuh Atas ditargetkan mulai dikerjakan pada November 2026 dan selesai pada tahun 2028. Saat ini, pembangunan pedestrian deck memasuki tahap tender dengan nilai investasi sekitar Rp361,7 miliar yang sepenuhnya dibiayai oleh PT MRT Jakarta.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Aksi Humanis Petugas Transjakarta Bantu Lansia Tuai Apresiasi

    access_time15-10-2026 remove_red_eye14662 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Surveilans Influenza A di Jakarta Diperkuat, Warga Diimbau Tetap Tenang dan Waspada

    access_time16-10-2026 remove_red_eye3726 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Hattrick, Transjakarta Pertahankan Predikat Terbaik Pertama Pengelolaan Arsip

    access_time15-10-2026 remove_red_eye2073 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. Jakarta Esports 2026 Hadirkan Panggung Game Lokal, Musik, dan Kreativitas

    access_time19-10-2026 remove_red_eye1814 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Pembangunan SPBU di Tiga Pulau Ditarget Segera Terealisasi

    access_time15-10-2026 remove_red_eye1288 personAnita Karyati