You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Walikota arifin pilah sampah jakpus rajis
photo Doc - Beritajakarta.id

44.083 Rumah Warga di Jakpus Sudah Pilah Sampah dari Sumber

Sebanyak 44.083 dari total 126.514 rumah warga yang tersebar pada delapan kecamatan di Jakarta Pusat, saat ini sudah melakukan pemilahan sampah dari sumbernya. 

Angka ini harus terus ditingkatkan

Capaian ini menempatkan Kota Jakarta Pusat berada di posisi kedua pilah sampah dari sumber, setelah Kabupaten Kepulauan Seribu. 

Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin mengatakan, pihaknya terus menggenjot capaian pemilahan sampah dari sumbernya menyusul mulai diterapkan kebijakan pembatasan pengangkutan sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, pada 1 Agustus kemarin.  

Rano Minta Pramuka Jakarta Aktif dalam Gerakan Pemilahan Sampah

"Data mencatat capaian pemilahan sampah di 44 kelurahan hingga 3 Agustus 2026 mencapai 33,26 persen atau setara 44.083 dari total target 126.514 rumah tangga yang tersebar di delapan kecamatan. Angka ini harus terus ditingkatkan," ujar Arifin, Selasa (4/8).  

​Selain menargetkan pilah sampah rumah tangga, lanjut Arifin, pihaknya juga mendorong 386 Rukun Warga (RW) di Jakpus aktif melakukan pengolahan sampah anorganik secara mandiri melalui pengaktifan Bank Sampah. Serta sampah organik menggunakan metode komposter maupun lubang biopori. 

​"Saya juga mengimbau jajaran wilayah menerapkan pola creative financing menggaet sektor privat, korporasi, untuk bersama melakukan pengolahan sampah agar berjalan optimal," tukasnya.

Ia juga mengintruksikan pemilahan sampah dilakukan secara lintas sector, seperti lingkungan sekolah melalui Sudin Pendidikan I dan II, industri Perhotelan, kafe dan tempat hiburan Sudin Parekraf. 

"Kami optimis target pemilahan sampah di Jakarta Pusat tercapai maksimal, berkat kerja sama masif antar instansi dan partisipasi aktif masyarakat," tegasnya.  

Kasudin Lingkungan Hidup Jakarta Pusat, Slamet Riyadi menjelaskan, pengolahan sampah anorganik periode Januari hingga Juli 2026 yang berhasil direduksisekitar 1.177,22 ton, dengan rata-rata reduksi sebesar 196,09 ton per bulan atau sekitar 6,54 ton per hari. Sementara pengolahan sampah organik periode Januari hingga Juni 2026 mencapai 221,23 ton. 

"Pengolahan sampah organik di Jakarta Pusat dilaksanakan melalui beberapa metode, yaitu pengumpulan sampah organik dapur (SOD), budidaya maggot, pengomposan, teba, bioreaktor, biopori, lodong sisa dapur (Losida), pemanfaatan sebagai pakan ternak, dan pembuatan eco-enzyme," pungkasnya.  

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5432 personNurito
  2. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1899 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye1862 personFakhrizal Fakhri
  4. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1818 personNurito
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1645 personAnita Karyati