You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pelatihan Kader Pos UKK tanjung priok anita
photo Anita Karyati - Beritajakarta.id

30 Peserta Ikuti Pelatihan Kader Pos UKK di Terminal Bus Tanjung Priok

Unit Pengelola Terminal Bus Tanjung Priok bersama Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara dan Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok mengadakan Pelatihan Kader Pelaksana Pos Upaya Kesehatan Kerja (UKK) di Kantor Terminal Bus Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pelatihan ini diikuti sebanyak 30 peserta.

"Mendukung kesehatan kerja"

Kepala Terminal Bus Tanjung Priok, Sandi menyampaikan apresiasi sekaligus dukungan terhadap inisiasi pembentukan Pos UKK. 

Pos Kesehatan Disiagakan Beri Kenyamanan Pemudik

Menurutnya, keberadaan kader yang terlatih penting untuk mendukung kesehatan para pekerja di lingkungan terminal yang memiliki tingkat mobilitas tinggi dan beragam risiko kesehatan.

"Kami sangat mendukung kegiatan ini. Melalui pelatihan ini, diharapkan para kader pelaksana mampu meningkatkan pemahaman dan kesiapan dalam mendukung kesehatan kerja di lingkungan terminal," ujarnya, Rabu (19/8).

Sandi menjelaskan, pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti peserta yang terdiri dari petugas Unit Pengelola Terminal, perwakilan JakLingko dan Transjakarta, pedagang, pengurus perusahaan otobus (PO), serta pengemudi bus.

Ia menuturkan, para peserta antusias mengikuti rangkaian pelatihan, terutama saat sesi diskusi yang membahas pencegahan penyakit menular dan tidak menular serta dampak kesehatan akibat aktivitas yang dilakukan dalam jangka panjang di lingkungan terminal.

"Antusiasme peserta cukup tinggi. Banyak yang bertanya mengenai risiko kesehatan yang mereka hadapi sehari-hari dan cara meminimalkannya," terangnya.

Perwakilan dari Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Jumiati mengatakan, pembentukan Pos UKK di Terminal Bus Tanjung Priok merupakan langkah strategis untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada pekerja sektor informal dan transportasi.

Ia memaparkan, materi pelatihan mencakup berbagai aspek, mulai dari kebijakan Pos UKK, prosedur identifikasi potensi bahaya kesehatan kerja, hingga teknis pencatatan dan pelaporan kegiatan secara rutin.

"Peserta dibekali pemahaman mengenai kebijakan Pos UKK dan cara mengidentifikasi bahaya di tempat kerja agar tindakan pencegahan dapat segera dilakukan," ungkapnya.

Jumiati menambahkan, narasumber lainnya, Mutnia dari Tim Kesehatan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, memberikan materi mengenai pengenalan potensi bahaya dan risiko kesehatan kerja di lingkungan terminal.

Selain itu, Made Prativi Mahendra Svandevi dari Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok memaparkan langkah-langkah pengendalian risiko bahaya kerja.

"Kami berharap para pekerja di sini tidak hanya memahami potensi risiko yang dihadapi, tetapi juga mampu menjaga kesehatan serta menciptakan lingkungan yang aman dan sehat," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Panen Serentak di Jaktim Hasilkan 2 Ton

    access_time14-08-2026 remove_red_eye9196 personNurito
  2. Dubes Belanda Lihat Kemeriahan Peringatan HUT ke-81 RI di Malaka Jaya

    access_time17-08-2026 remove_red_eye7649 personNurito
  3. Pemkot Jaksel Tegur Pemilik Bangunan Langgar Aturan

    access_time14-08-2026 remove_red_eye2396 personTiyo Surya Sakti
  4. Komisi D Minta Pemprov DKI Perkuat Pengamanan Aset

    access_time14-08-2026 remove_red_eye2176 personFakhrizal Fakhri
  5. Warga Kepulauan Seribu Berhak Dapat Layanan Transportasi Setara

    access_time16-08-2026 remove_red_eye1307 personFakhrizal Fakhri