You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Hibah Aplikasi Paltform Digital otoy
photo Andri Widiyanto - Beritajakarta.id

DKI Hibahkan Dua Aplikasi Platform Digital ke 200 Kota

Pemprov DKI Jakarta menghibahkan dua aplikasi kepada 200 kota daerah lain di Indonesia. Penyerahan secara simbolis dilakukan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, saat membuka kegiatan JAKI & Fellowship Cities Forum (JFCF) 2026 di Ruang Pola Blok G Balaikota DKI Jakarta, Rabu (19/8).

Jadi awal kolaborasi yang lebih luas

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskomintofik) DKI Jakarta, Marulina Dewi mengatakan, kedua aplikasi yang dihibahkan yakni, digital city data paltform dan learning management system. Hibah itu memberikan hak penggunaan dan replikasi kepada 200 kota, di antaranya Bandung, Depok, Bekasi dan Probolinggo.

"Kami berharap langkah ini nantinya menjadi awal kolaborasi yang lebih luas," katanya. .

Rano Optimistis JFCF 2026 Perkuat Daya Saing Global Jakarta

Menurut Marulina Dewi, Pemprov DKI ingin membuka kesempatan kepada pemerintah daerah lain untuk memanfaatkan aplikasi atau teknologi digital yang telah dikembangkan serta telah terbukti bekerja baik. 

Selain pemanfaatan, Marulina menegaskan, Jakarta juga membuka akses replikasi solusi digital yang telah dikembangkan, disertai dengan transfer pengetahuan dan pendampingan dalam pengimplementasiannya. 

Ditegaskan Marulina, hibah ini sekaligus menjadi penyataan bahwa Jakarta tidak hanya ingin menjadi tempat lahirnya inovasi. Tetapi juga menjadi tempat inovasi itu dibagikan, dikembangkan bersama serta memberi manfaat bagi daerah-daerah lain di Indonesia.

"Jadi tidak sekadar diberikan, tetapi kita akan ikut bersama-sama dengan teman-teman pemerintah daerah. Pastinya, hasilnya akan kembali lagi ke Jakarta," ucapnya. 

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan pentingnya kebijakan dan pelayanan publik yang semakin tepat sasaran.

Sebab itu, kata Rano, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memandang eknologi dapat menjadi salah satu game changer dalam mengatasi berbagai tantangan perkotaan, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan mahadata (Big Data).

Dikatakan Rano, keduanya dapat dimanfaatkan untuk memahami kebutuhan warga secara lebih akurat, membantu menentukan prioritas kebijakan, serta memastikan layanan pendidikan, kesehatan, dan bantuan sosial menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan.

Saat ini, jelas Rano, pemanfaatan teknologi AI di Jakarta terus didorong dalam berbagai aspek tata kelola kota, mulai dari Intelligent Traffic Control System untuk mengelola lalulintas secara real-time, Jakarta Satu yang mengintegrasikan data geospasial melalui prinsip satu peta, satu data, dan satu kebijakan, hingga kehadiran JAKI sebagai super app bagi pelayanan publik.

"Berbagai inovasi tersebut menunjukkan bahwa teknologi tidak boleh berhenti sebagai sekadar kecanggihan. Lebih dari itu, teknologi harus menjadi alat untuk membuat sistem pembangunan kota menjadi lebih baik," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Petugas Berhasil Evakuasi Jenazah di Kali Ciliwung

    access_time08-10-2026 remove_red_eye6437 personNurito
  2. Sudin Kesehatan Jakpus Sidak Dua Klinik Kecantikan Diduga Ilegal

    access_time06-10-2026 remove_red_eye1503 personFolmer
  3. Inflasi Jakarta 0,13 Persen, Daging Ayam, Cabai, dan Beras Jadi Penyumbang Utama

    access_time03-10-2026 remove_red_eye1260 personFakhrizal Fakhri
  4. Yuk Kunjungi Festival Palang Pintu XVII di Jalan Kemang Raya

    access_time03-10-2026 remove_red_eye1127 personTiyo Surya Sakti
  5. Rencana Pengadaan Tanah Pembangunan MRT Segmen Thamrin-Kwitang Terus Disosialisasikan

    access_time08-10-2026 remove_red_eye995 personAldi Geri Lumban Tobing