Bimtek Pengelolaan Arsip Aktif di Jaksel Diikuti 125 Peserta
Sebanyak 125 peserta yang terdiri atas arsiparis dan pengelola arsip di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Arsip Aktif di Auditorium Kantor Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Sudin Pusip) setempat.
"Perkembangan teknologi kearsipan"
Kepala Sudin Pusip Jakarta Utara, Irawan mengatakan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi pengelola arsip dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dalam memahami tata kelola arsip sesuai kaidah kearsipan dan peraturan perundang-undangan.
Sudin Pusip Jakut Berikan Penghargaan Pemenang IKRA dan Baca Jakarta“Arsip aktif adalah dokumen yang masih digunakan secara langsung dalam kegiatan organisasi. Bimtek ini rutin kami adakan setiap tahun agar para pengelola arsip dapat mengikuti perkembangan teknologi kearsipan,” ujarnya, Kamis (20/8).
Irawan menjelaskan, pengelolaan arsip di Jakarta Utara masih perlu terus ditingkatkan. Melalui pembekalan ini, setiap unit kerja diharapkan memiliki wawasan dan kemampuan dalam mengelola arsip sehingga dapat ditemukan kembali secara cepat dan tepat saat dibutuhkan.
Menurutnya, pengelolaan arsip bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi juga merupakan amanat Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. Arsip memiliki kedudukan penting sebagai alat bukti yang sah serta bahan pertanggungjawaban organisasi.
"Tata kelola arsip yang baik akan membantu pimpinan mengambil keputusan secara cepat dan tepat. Jika arsip dikelola dengan teknik yang efektif dan efisien, organisasi juga dapat berjalan lebih baik," terangnya.
Kepala Seksi Kearsipan Sudin Pusip Jakarta Utara, Etty Sufianti menambahkan, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pihaknya dalam meningkatkan kualitas pengelolaan kearsipan di wilayah Jakarta Utara.
Ia menuturkan, salah satu kendala yang masih dihadapi adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM) pengelola kearsipan dibandingkan dengan beban kerja yang ada.
"Berdasarkan tinjauan kami ke beberapa unit, masih ditemukan arsip yang menumpuk. Kami berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan standar pengelolaan arsip hingga mencapai hasil yang membanggakan," ucapnya.
Ia menambahkan, Bimtek ini menghadirkan narasumber dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), yakni Ketua Tim Pembinaan Kearsipan Wilayah III ANRI Retno Wulandari, Arsiparis Ahli Pertama ANRI Alfian Renaldi, serta Arsiparis Terampil ANRI Indah Hijriana.
"Bimtek ini akan berlanjut pada sesi berikutnya yang dijadwalkan pada 27 Agustus 2026," bebernya.
Sementara itu, peserta dari Unit Pelayanan Pengadaan (UPP) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Rosa Nita Dewi mengaku sangat terbantu dengan pelaksanaan kegiatan tersebut. Terlebih, materi yang disampaikan relevan dengan tugas di unitnya yang menangani banyak dokumen pengadaan barang dan jasa.
"Melalui bimtek ini, saya menjadi lebih memahami cara mengategorikan arsip aktif agar tetap rapi dan mudah diakses. Semoga sistem kearsipan di unit kami semakin modern dan tertib administrasi," tandasnya.