You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Rano Optimistis Program Pembiayaan Bank Jakarta Perkuat Ekonomi Pedagang Pasar 3
photo Bilal Nugraha Ginanjar - Beritajakarta.id

Program Pembiayaan Bank Jakarta Diapresiasi Pedagang Pasar

Program pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun Non-KUR yang direalisasikan Bank Jakarta, diapresiasi sejumlah pedagang di Pasar Induk Kramat Jati karena bermanfaat untuk memperkuat modal dan membesarkan usaha.

Memperkuat modal dan mengembangkan usaha

Rosmani Sitohang, pedagang bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati, mengaku telah merasakan langsung manfaat program pembiayaan tersebut dan modal yang diterimanya dinilai mampu berhasil meningkatkan perputaran usahanya hingga mendongkrak keuntungan secara signifikan.

"Program pembiayaan ini sangat membantu mengembangkan usaha saya," ujarnya, ditemui saat acara Akad Massal Program Pembiayaan Pedagang Pasar Induk Kramat Jati di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (1/9).

Rano Optimistis Program Pembiayaan Bank Jakarta Perkuat Ekonomi Pedagang Pasar

Dipaparkan Rosmani, dirinya telah menekuni usaha perdagangan bawang merah sejak 2015. Dalam perjalanan usahanya, ia memperoleh pembiayaan modal dari Bank Jakarta sebesar Rp 108 juta.

Dana tersebut dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha dan memperbesar perputaran perdagangan bawang merah. 

"Keuntungan yang saya peroleh kini meningkat empat kali lipat," akunya. 

Ia berharap, program pembiayaan Bank Jakarta ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak pedagang pasar. 

Menurutnya, akses permodalan merupakan salah satu kebutuhan penting bagi pedagang untuk menjaga kelangsungan sekaligus mengembangkan usaha. 

"Program seperti ini sangat dirasakan manfaatnya, saya harap bisa terus berlanjut," ucap Rosmani.

Manfaat serupa dirasakan, Ika Tiara, pedagang sembako di Pasar Induk Kramat Jati. Ika mengaku telah beberapa kali mendapatkan fasilitas pembiayaan modal dari Bank Jakarta.

Pada tahap sebelumnya, ia memperoleh pembiayaan sebesar Rp500 juta. Kemudian, pembiayaan terakhir yang diterimanya mencapai Rp400 juta.

Berbeda dengan Rosmani yang memanfaatkan dana untuk memperbesar perputaran usaha, Ika menggunakan sebagian dari dana pembiayaan untuk membayar sewa kios dalam jangka panjang. Dana itu digunakan untuk biaya sewa tempat usaha selama 20 tahun ke depan.

Menurut Ika, kepastian tempat berdagang menjadi salah satu faktor penting bagi keberlangsungan usahanya. 

"Dengan bantuan program pembiayaan ini, saya dapat lebih fokus mengembangkan perdagangan sembako," ungkapnya. 

Ika menjelaskan, usaha sembako yang dijalankannya terus mengalami peningkatan setelah mendapatkan dukungan pembiayaan dari Bank Jakarta. 

Kemudahan akses modal dinilainya memberi ruang bagi pedagang untuk memperkuat bisnis dan meningkatkan skala usaha.

"Usaha saya terus meningkat setelah mendapatkan pembiayaan dari Bank Jakarta," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Peserta HBKB Diedukasi Pencegahan DBD

    access_time27-09-2026 remove_red_eye1338 personTiyo Surya Sakti
  2. Kontrak Kerja 895 Guru PPPK di Jakut dan Kepulauan Seribu Diperpanjang

    access_time28-09-2026 remove_red_eye1312 personAnita Karyati
  3. Uji Coba HBKB Dua Kali Sepekan Diminta Terbatas

    access_time24-09-2026 remove_red_eye1308 personFakhrizal Fakhri
  4. Pemkot Jakpus Jamin Pengadaan Tanah Proyek MRT Thamrin - Kwitang Dilakukan Terbuka

    access_time24-09-2026 remove_red_eye1161 personFolmer
  5. Penataan Kawasan Unggulan di Ciracas Usung Konsep Penghijauan Lingkungan

    access_time25-09-2026 remove_red_eye1033 personNurito