You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Aparatur kelurahan petamburan awasi pembakaran sampah bantaran KBT budhi
photo Doc - Beritajakarta.id

Kewaspadaan Pencegahan Kebakaran Diminta Ditingkatkan

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan di tengah kondisi lingkungan yang semakin kering. Praktik tersebut berisiko memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.

"Tidak boleh ada aktivasi bakar sampah,"

Yuke menilai, risiko kebakaran di Jakarta saat ini cukup tinggi sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan tidak hanya oleh masyarakat, tetapi juga pengelola gedung dan lingkungan.

"Ini riskan kebakaran banget lho sekarang. Tidak boleh ada aktivasi bakar sampah dan lain-lain di tengah kemarau," ujar Yuke, Kamis (3/9).

Kebakaran di Jalan Sunter II Tuntas Dipadamkan

Menurutnya, persoalan sampah yang belum sepenuhnya teratasi turut mendorong munculnya praktik pembakaran sampah secara ilegal. Lahan kosong yang dijadikan tempat pembuangan sampah kerap dibakar, padahal kondisi kering membuat api lebih cepat merambat.

"Walaupun kondisinya lagi mendesak, banyak sampah yang tertunda diangkut, tetapi tolong yang kayak gitu waspada jangan dilakukan (membakar sampah). Karena begitu api muncul itu cepat banget. Mana kita tahu api aman atau enggak," jelasnya.

Ia juga meminta seluruh sarana pencegahan kebakaran diperiksa kembali. Hidran, alat pemadam api ringan (APAR), serta perlengkapan keselamatan lainnya harus dipastikan tersedia dan berfungsi dengan baik.

Kondisi APAR juga perlu diperiksa agar tidak kedaluwarsa. Termasuk sosialisasi bagaimana mitigasi, evakuasi kalau terjadi kebakaran dan penanganan di lingkungan padat penduduk khususnya harus sering diingatkan.

Yuke menegaskan, pencegahan kebakaran harus menjadi tanggung jawab bersama. Sebab, kebakaran tidak hanya mengancam keselamatan warga dan lingkungan, tetapi juga berpotensi memperburuk kualitas udara Jakarta.

"Dengan adanya kebakaran hutan di mana-mana, kita kan enggak kepengin Jakarta jadi penyumbang polusi juga," ucap Yuke.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memimpin Apel Jaga Jakarta untuk memperkuat kesiapsiagaan dan sinergi lintas sektor menghadapi dampak kemarau panjang serta fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung hingga awal 2027.

Untuk mengantisipasi risiko kekeringan, penurunan kualitas udara, dan tingginya potensi kebakaran di permukiman padat, Pemprov DKI menyiagakan 1.027 personel dan 29 mobil tangki air bersih. Pemprov DKI juga membuka layanan darurat 112 bersama PAM Jaya untuk membantu warga terdampak.

Selain menginstruksikan respons cepat dan pengawasan ketat dari perangkat daerah, Pramono mengimbau masyarakat bijak menggunakan air, mewaspadai korsleting listrik, serta menjaga lingkungan dari berbagai potensi pemicu kebakaran.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Transjakarta Tegaskan Larangan Mengamen di Mikrotrans dan Halte

    access_time02-10-2026 remove_red_eye3092 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. 4.100 Benih Ikan Didistribusikan di Lima Pulau Permukiman

    access_time02-10-2026 remove_red_eye2687 personAnita Karyati
  3. Pedagang di Jalan Mangga Besar Raya Ditertibkan

    access_time30-09-2026 remove_red_eye1868 personFolmer
  4. Syafrin Minta Pengurus RT/RW Terus Jadi Mitra Strategis Pemerintah

    access_time01-10-2026 remove_red_eye1477 personTiyo Surya Sakti
  5. Jalan Raya Ciracas Dilebarkan

    access_time01-10-2026 remove_red_eye1308 personNurito