You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Penumpang transjakarta masker jati2
photo Nugroho Sejati - Beritajakarta.id

Komisi B Dorong Imbauan Penggunaan Masker dan Kacamata Digencarkan di Transum

Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Wahyu Dewanto mendorong Pemprov DKI Jakarta memperkuat imbauan kesehatan di seluruh transportasi umum (Transum) menyusul dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang mulai dirasakan di ibu kota.

"untuk menjaga kesehatan warga,"

Menurut Wahyu, penggunaan masker dan kacamata perlu terus disosialisasikan secara masif di ruang publik, termasuk koridor Transjakarta dan moda transportasi umum lainnya. Langkah tersebut penting untuk membantu melindungi warga dari potensi paparan abu vulkanik saat beraktivitas dan menggunakan transportasi umum.

"Saya kira sangat baik upaya yang telah dan terus dilakukan Pemprov DKI sehubungan dengan meletusnya Gunung Anak Krakatau. Tentu ini semua dilakukan untuk menjaga keselamatan dan kesehatan warga Jakarta," ujar Wahyu, Senin (7/9).

DPRD Apresiasi Respons Cepat Pemprov DKI Antisipasi Dampak Abu Vulkanik

Ia menilai, pemantauan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau serta potensi dampaknya terhadap Jakarta harus terus dilakukan.

Selain itu, langkah mitigasi dan edukasi kepada masyarakat juga perlu diperkuat guna menekan risiko kesehatan akibat paparan abu vulkanik.

"Pemprov juga dapat mengupayakan imbauan di tempat-tempat umum, termasuk di seluruh transportasi umum seperti koridor Transjakarta, terutama untuk penggunaan masker dan kacamata," katanya.

Lebih lanjut, Wahyu juga meminta Pemprov DKI memastikan ketersediaan masker di pasaran tetap terjaga. Menurutnya, koordinasi dengan instansi dan lembaga terkait diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kelangkaan.

"Ketersediaan masker perlu terus dipantau dan diupayakan, termasuk bekerja sama dengan instansi dan lembaga terkait," ucapnya.

Wahyu juga mengingatkan potensi kenaikan harga masker secara tidak wajar apabila dampak erupsi berlangsung dalam waktu yang lebih lama. Jika kelangkaan terjadi dan diikuti lonjakan harga yang berlebihan, kondisi tersebut harus segera ditindaklanjuti.

"Sekiranya terjadi kelangkaan dan kenaikan harga yang berlebihan, tentu bisa diupayakan penyelidikan dan penanggulangannya, terutama bila kejadian ini diperkirakan berlangsung lebih lama," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Peserta HBKB Diedukasi Pencegahan DBD

    access_time27-09-2026 remove_red_eye1406 personTiyo Surya Sakti
  2. Kontrak Kerja 895 Guru PPPK di Jakut dan Kepulauan Seribu Diperpanjang

    access_time28-09-2026 remove_red_eye1401 personAnita Karyati
  3. Uji Coba HBKB Dua Kali Sepekan Diminta Terbatas

    access_time24-09-2026 remove_red_eye1392 personFakhrizal Fakhri
  4. Pemkot Jakpus Jamin Pengadaan Tanah Proyek MRT Thamrin - Kwitang Dilakukan Terbuka

    access_time24-09-2026 remove_red_eye1253 personFolmer
  5. Pedagang di Jalan Mangga Besar Raya Ditertibkan

    access_time30-09-2026 remove_red_eye1185 personFolmer