You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Personel gabungan anita dok
photo Doc - Beritajakarta.id

Komisi A Usul Pembentukan Satgas Mitigasi Bencana

Komisi A DPRD DKI Jakarta mengusulkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Mitigasi Bencana guna memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di ibu kota. Pembentukan Satgas tersebut menyusul prediksi musim kemarau panjang yang dapat berlangsung hingga awal 2027 mendatang.

"Kemarau akan panjang,"

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Nuchbatillah mengatakan, Satgas Mitigasi Bencana akan bertugas memantau sekaligus mengevaluasi kondisi kebencanaan secara berkala. Menurutnya, mitigasi perlu dilakukan sejak dini agar berbagai potensi bencana dapat diantisipasi.

"Kita harus bikin Satgas bersama untuk monitoring evaluasi keadaan bencana di Jakarta. Apalagi ini kemarau akan panjang, diprediksi sampai Januari, bahkan Februari," ujar Nuchbatillah, usai rapat kerja Perubahan APBD DKI Jakarta Tahun Anggaran 2026, Rabu (9/9).

Sosialisasi dan Kepelatihan Kebencanaan Diminta Ditingkatkan

Nuchbatillah menekankan, musim kemarau panjang berpotensi diikuti musim hujan sehingga kesiapsiagaan harus berkelanjutan. Penanganan bencana, kata dia, juga tidak dapat dilakukan oleh satu instansi melainkan membutuhkan sinergi lintas perangkat daerah.

Ia menerangkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dapat memperkuat koordinasi dengan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) hingga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Selain di tingkat pemerintah, pemantauan juga perlu melibatkan masyarakat. Menurut Nuchbatillah, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), RT, dan RW dapat berperan sebagai ujung tombak dalam memberikan informasi awal mengenai potensi bencana di lingkungan masing-masing.

"Bencana itu bukan alam saja, tapi kebakaran juga bencana. Di masyarakat ada FKDM, ada RT, RW, itu bisa diminimalisir dan bisa terinformasi dari awal," katanya.

Ia juga mendorong Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta terlibat dalam sistem mitigasi bencana. Peran Diskominfotik dinilai penting untuk memperkuat penyebaran informasi dan peringatan dini kepada masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

"Adanya Diskominfotik untuk menginformasikan, memitigasi hal-hal, mana daerah yang rawan sekali bencana. Bahkan kebakaran pun begitu," tuturnya.

Nuchbatillah berharap, koordinasi lintas instansi dan masyarakat tersebut dapat membuat sistem mitigasi bencana di Jakarta berjalan lebih terintegrasi. Dengan begitu, potensi bencana dapat terdeteksi dan ditangani sedini mungkin sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Perpanjang PJJ Sampai 8 September

    access_time07-09-2026 remove_red_eye7376 personDessy Suciati
  2. Angkutan Laut Transjakarta Perkuat Konektivitas Kepulauan Seribu

    access_time04-09-2026 remove_red_eye2864 personFakhrizal Fakhri
  3. Ini Pemicu Kenaikan Harga Cabai Rawit Merah di Jakarta

    access_time08-09-2026 remove_red_eye2632 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. Enam Mobil Tangki Air Bersihkan Abu Vulkanik di Sejumlah Ruas Jalan di Jaktim

    access_time06-09-2026 remove_red_eye2147 personNurito
  5. Warga Diimbau Lindungi Saluran Pernapasan dan Mata dari Paparan Abu Vulkanik

    access_time06-09-2026 remove_red_eye1939 personBudhi Firmansyah Surapati