You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
IMG 20260910 WA0020
photo Anita Karyati - Beritajakarta.id

Lahan Tidur di Rawa Badak Selatan Dijadikan Taman Agrowisata

Lahan tidur seluas 450 meter persegi di sisi timur belakang RPTRA Rasela, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara kini berubah menjadi ruang produktif yang mengintegrasikan pertanian, perikanan, dan peternakan perkotaan.

"Memberikan manfaat"

Lahan yang sebelumnya dipenuhi rumput liar tersebut disulap menjadi Taman Agrowisata berbasis urban farming. Keberadaannya dimanfaatkan sebagai laboratorium Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), sarana edukasi warga, sekaligus ikon wilayah.

Jakarta Utara Agro Smart di Jakut Berlangsung Meriah

Lurah Rawa Badak Selatan, Sutarto mengatakan, berbagai tanaman pangan dan hortikultura seperti jagung, kangkung, dan pokcoy dibudidayakan menggunakan sistem tanam di tanah maupun hidroponik.

"Kami juga mengembangkan perikanan dan peternakan melalui pembibitan ikan, budi daya maggot, serta pemeliharaan ayam dan bebek," ujarnya, Kamis (10/9).

Sutarto menjelaskan, pengelolaan taman menerapkan konsep ekonomi sirkular. Sisa olahan dapur (SOD) dimanfaatkan sebagai pakan maggot dan unggas. 

"Untuk hasil panen ada yang dimanfaatkan oleh pengurus dan sebagian dijual untuk mendukung operasional taman," terangnya.

Menurutnya, selain menjadi ruang produktif, Taman Agrowisata tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi anak-anak. Mereka dapat belajar secara langsung mengenai kegiatan bercocok tanam, pemeliharaan ikan, hingga pengolahan sampah dapur.

"Anak-anak bisa belajar langsung, tidak hanya teori. Mereka bisa melihat proses menanam, memelihara ikan, hingga mengolah sampah dapur," ungkapnya.

Sutarto menambahkan, keberadaan taman tersebut bahkan menarik perhatian mahasiswa asal Korea Selatan yang berkunjung untuk melihat penerapan urban farming dan pengelolaan lingkungan.

Saat ini, pengelolaan taman dilakukan secara berkesinambungan oleh petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), pengelola RPTRA, bersama kader PKK.

"Kami terus melakukan evaluasi dan menambah fasilitas agar pemanfaatannya semakin optimal serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat," ucapnya.

Sementara itu, salah seorang warga Plumpang, Nursyiah (40) mengaku senang mengajak anaknya beraktivitas di taman tersebut karena lokasinya berada dalam satu kawasan dengan RPTRA.

Keberadaan Taman Agrowisata membuat pilihan kegiatan anak menjadi lebih beragam. Anak-anak tidak hanya dapat bermain, tetapi juga belajar bercocok tanam dan melihat berbagai jenis hewan.

"Saya senang, apalagi sekarang sedang dirapikan. Semoga taman ini semakin cantik, nyaman, dan kami bisa lebih sering berkunjung," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Perpanjang PJJ Sampai 8 September

    access_time07-09-2026 remove_red_eye7380 personDessy Suciati
  2. Angkutan Laut Transjakarta Perkuat Konektivitas Kepulauan Seribu

    access_time04-09-2026 remove_red_eye2866 personFakhrizal Fakhri
  3. Ini Pemicu Kenaikan Harga Cabai Rawit Merah di Jakarta

    access_time08-09-2026 remove_red_eye2635 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. Enam Mobil Tangki Air Bersihkan Abu Vulkanik di Sejumlah Ruas Jalan di Jaktim

    access_time06-09-2026 remove_red_eye2149 personNurito
  5. Warga Diimbau Lindungi Saluran Pernapasan dan Mata dari Paparan Abu Vulkanik

    access_time06-09-2026 remove_red_eye1941 personBudhi Firmansyah Surapati