You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Masker otoy (3)
photo Ilustrasi - Beritajakarta.id

Semua Pihak Diminta tak Timbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike meminta produsen, distributor, dan pedagang tidak menimbun masker di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akibat dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

"Jangan memanfaatkan situasi ini,"

Yuke mengingatkan, penimbunan masker dapat memicu kelangkaan di pasaran sekaligus mendorong kenaikan harga. Sebab itu, ia meminta seluruh pihak tidak memanfaatkan situasi bencana untuk mencari keuntungan.

Satpol PP Pesanggrahan Bagikan Masker di Kawasan Pasar Tradisional

"Jangan memanfaatkan situasi ini. Karena ini adalah situasi musibah untuk kita semua. Secara kemanusiaan, musibah ini jangan dimanfaatkan untuk mencari keuntungan," kata Yuke, Senin (7/9).

Menurutnya, kebutuhan masker saat ini tidak hanya berasal dari warga Jakarta. Sejumlah daerah lain yang terdampak bencana kebakaran hutan juga membutuhkan masker dalam jumlah besar.

Yuke mengungkapkan, pihaknya juga sempat mengalami kesulitan mendapatkan masker dalam jumlah banyak saat hendak membantu penanganan kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan. Kondisi tersebut menjadi alasan agar stok masker tidak ditahan oleh produsen, distributor, maupun pedagang.

"Ini kita berharap mudah-mudahan penjual atau pihak-pihak atau supplier dan sebagainya tidak memanfaatkan hal ini, tidak memainkan harga dan melihat ini sebagai suatu bencana yang memang harus kita tangani bersama," ujarnya.

Untuk mencegah penimbunan, Yuke mendorong organisasi perangkat daerah (OPD) terkait memperkuat pengawasan di lapangan. Pemeriksaan secara berkala dan acak perlu dilakukan terhadap pusat produksi, distributor, hingga pedagang besar.

Ia juga mengusulkan razia pasar dilakukan sejak dini untuk memastikan tidak ada pihak yang sengaja menimbun masker dan menyebabkan masyarakat kesulitan mendapatkannya.

"Mudah-mudahan kita juga mengimbau bisa ada razia pasar, biar kita bisa antisipasi dari awal. Jangan sampai nanti sudah terlanjur akhirnya banyak yang dirugikan," katanya.

Yuke menyebut, sejumlah sentra perdagangan masker seperti Pasar Asemka dan Pasar Pramuka dapat menjadi sasaran pemeriksaan secara acak apabila ditemukan indikasi penimbunan.

"Khususnya di pusat-pusat pabrik, pusat-pusat distributor, atau mungkin pedagang-pedagang besar, Asemka, Pramuka, secara random bisa dicek untuk yang melakukan penimbunan," ujarnya.

Yuke menilai, ketersediaan masker harus dijaga karena sangat dibutuhkan warga terutama kelompok rentan. Paparan abu vulkanik, sambung dia, dapat meningkatkan risiko kesehatan bagi lanjut usia dan masyarakat dengan kondisi kesehatan tertentu.

"Kita juga tidak ingin ada saling menumpuk barang, padahal itu sangat dibutuhkan masyarakat saat ini. Apalagi untuk orang-orang tua dan yang komorbid, itu sangat membahayakan untuk kesehatan," tutur Yuke.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Perpanjang PJJ Sampai 8 September

    access_time07-09-2026 remove_red_eye7350 personDessy Suciati
  2. Angkutan Laut Transjakarta Perkuat Konektivitas Kepulauan Seribu

    access_time04-09-2026 remove_red_eye2848 personFakhrizal Fakhri
  3. Ini Pemicu Kenaikan Harga Cabai Rawit Merah di Jakarta

    access_time08-09-2026 remove_red_eye2532 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. Enam Mobil Tangki Air Bersihkan Abu Vulkanik di Sejumlah Ruas Jalan di Jaktim

    access_time06-09-2026 remove_red_eye2135 personNurito
  5. Warga Diimbau Lindungi Saluran Pernapasan dan Mata dari Paparan Abu Vulkanik

    access_time06-09-2026 remove_red_eye1927 personBudhi Firmansyah Surapati