You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Keamanan transjakarta diperketat gery ist
photo Istimewa - Beritajakarta.id

Berikan Kenyamanan, Transjakarta Perketat Pengawasan Layanan Malam Hari

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan pelanggan terkait kondisi layanan malam hari di Halte Pasar Baru, Koridor 8 (Lebak Bulus-Pasar Baru). Menanggapi laporan pelanggan di media sosial, Transjakarta menyadari bahwa kondisi ini merupakan fenomena baru yang membutuhkan penanganan khusus.

"SOP penanganan yang lebih adaptif,"

Kepala Departemen Humas dan CSR PT Transjakarta, Ayu Wardhani mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) terbaru untuk mengantisipasi dan memitigasi potensi kendala serupa di kemudian hari.

Ia menyampaikan, langkah konkret yang dilakukan meliputi pengetatan pengawasan petugas, peningkatan kebersihan armada dan halte secara berkala, serta koordinasi mendalam dengan Dinas Sosial DKI Jakarta untuk penanganan yang humanis.

Transjakarta Tegaskan Kartu Layanan Gratis Tidak Diperjualbelikan

"Hal ini menjadi fenomena baru yang langsung kami tanggapi secara serius. Saat ini kami sedang menyiapkan SOP penanganan yang lebih adaptif, seraya menginstruksikan pengetatan pengawasan oleh petugas di lapangan," ujarnya, Selasa (22/9).

PT Transjakarta sangat mengapresiasi setiap masukan dan laporan dari pelanggan. Ia menambahkan, kenyamanan, keamanan, serta kebersihan layanan di dalam bus dan halte adalah komitmen utama Transjakarta.

“Transjakarta secara terbuka menerima masukan melalui platform media sosial resmi atau dapat menghubungi call center 1500 102 sebagai acuan perbaikan berkelanjutan demi menghadirkan layanan publik yang optimal bagi seluruh masyarakat Jakarta,” tandasnya.

Sebelumnya, ramai pembahasan di media sosial mengenai sejumlah PPKS atau Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial yang memanfaatkan layanan TransJakarta, khususnya Koridor 8, pada tengah malam hingga dini hari sebagai tempat beristirahat.

Mereka disebut memilih tetap berada di dalam bus dan mengikuti perjalanan hingga kembali berputar ke rute berikutnya, sehingga dapat menikmati pendingin udara (AC) tanpa harus turun di halte terakhir.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena layanan transportasi publik pada dasarnya diperuntukkan bagi mobilitas masyarakat, sehingga diperlukan langkah tepat untuk menangani persoalan sosial tersebut tanpa mengganggu kenyamanan dan pelayanan bagi pelanggan lainnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Transjakarta Apresiasi Pelanggan Cilik Pengguna Setia Mikrotrans di Jaktim

    access_time11-10-2026 remove_red_eye29949 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Aksi Humanis Petugas Transjakarta Bantu Lansia Tuai Apresiasi

    access_time15-10-2026 remove_red_eye14238 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Surveilans Influenza A di Jakarta Diperkuat, Warga Diimbau Tetap Tenang dan Waspada

    access_time16-10-2026 remove_red_eye3088 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. Satpol PP Ungkap Kronologi Penyerangan Anggota Usai Penertiban di Kebayoran Baru

    access_time12-10-2026 remove_red_eye2027 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Hattrick, Transjakarta Pertahankan Predikat Terbaik Pertama Pengelolaan Arsip

    access_time15-10-2026 remove_red_eye1751 personAldi Geri Lumban Tobing