You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pmi jaksel edukasi kesehatan pasca bencana ntt tiyo
photo Tiyo Surya Sakti - Beritajakarta.id

PMI Jaksel Berikan Edukasi Kesehatan Pascabencana di NTT

Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Selatan menyalurkan kepedulian melalui aksi kemanusiaan dengan memberikan edukasi kesehatan kepada anak-anak penyintas bencana di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

"Edukasi terkait pencegahan dan penanganan dini diare,"

Ketua PMI Jakarta Selatan, Mundari mengatakan, kegiatan ini dilakukan sebagai upaya strategis meningkatkan pengetahuan dan kesadaran kesehatan di tengah kondisi lingkungan yang mengalami perubahan pascabencana.

"Rangkaian kegiatan tersebut telah berlangsung sejak 15 September 2026 di sejumlah titik lokasi prioritas. Salah satunya dipusatkan di Desa Aeramo dan Sekolah Dasar Kristen (SDK) Wolorae, Kecamatan Aesesa," ujarnya, Selasa (22/9).

Transjakarta Kembali Salurkan Bantuan ke NTT

Mundari menjelaskan, pelaksanaan program promosi kesehatan ini terlaksana berkat dukungan penuh dari berbagai lembaga internasional dan mitra gerakan kemanusiaan global. Di antaranya, International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC), International Committee of the Red Cross (ICRC)

"Kemudian, kita juga hadir bersama Palang Merah Australia, Palang Merah Amerika, dan Palang Merah Jepang," katanya.

Dalam operasional di lapangan, lanjut Mundari, program ini melibatkan sinergi antara relawan PMI lokal serta relawan spesialis yang didatangkan khusus dari berbagai wilayah, termasuk Provinsi DKI Jakarta dan Bali.

Mundari menyebut, materi edukasi dirancang secara komprehensif untuk mencegah lonjakan penyakit pascabencana. Beberapa topik utama yang disampaikan meliputi, Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), praktik enam langkah cuci tangan yang benar menggunakan sabun, kewaspadaan terhadap Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) dan pencegahan rabies.

"Yang juga sangat penting, kita juga berikan edukasi terkait pencegahan dan penanganan dini diare, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), serta Demam Berdarah Dengue (DBD)," ungkapnya.

Ia menambahkan, agar mudah dicerna anak-anak dan para relawan menggunakan metode edukasi yang menyenangkan dan interaktif. Penyampaian materi dikemas melalui media nyanyian, permainan dadu edukatif, hingga praktik langsung di lapangan.

Mundari menekankan, situasi pascabencana selalu membawa kerentanan tersendiri karena risiko munculnya berbagai penyakit meningkat secara signifikan. Anak-anak menjadi kelompok prioritas utama karena mereka tetap aktif belajar, bermain, dan berinteraksi di lingkungan yang belum sepenuhnya pulih.

Oleh karena itu, penanganan pascabencana tidak hanya berfokus pada distribusi logistik semata, melainkan juga pembangunan ketahanan kesehatan melalui edukasi kebiasaan hidup bersih.

"Melalui promosi kesehatan ini, anak-anak diajak untuk melihat, mengingat, memahami, dan mempraktikkan PHBS dalam keseharian," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

    access_time17-09-2026 remove_red_eye3503 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

    access_time19-09-2026 remove_red_eye2377 personFakhrizal Fakhri
  3. Rencana Penataan Kawasan Jalan Tambora Disosialisasikan

    access_time21-09-2026 remove_red_eye1213 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

    access_time19-09-2026 remove_red_eye963 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Tarif LRT Kelapa Gading-Manggarai Didorong Terjangkau dan Terintegrasi

    access_time21-09-2026 remove_red_eye953 personFakhrizal Fakhri