Wakil Walkot Jaksel Minta Pencegahan DBD Dioptimalkan
Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Firmanuddin Ibrahim mengajak kader lingkungan dan pihak kesehatan terus memperkuat kolaborasi dalam mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD), khususnya menghadapi perubahan musim dari kemarau menuju penghujan.
"Pemantauan jentik"
Pesan tersebut disampaikan Firmanuddin saat menghadiri kegiatan Gebyar Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di Jalan Radio IV, RW 04, Kelurahan Kramat Pela, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, bersama Ketua Bidang IV Kesehatan Keluarga dan Lingkungan TP PKK setempat, Sri Mulyanti Firmanuddin.
Rumah Warga Tanjung Duren Selatan Bebas Jentik Nyamuk Aedes AigeptyFirmanuddin mengapresiasi semangat para kader lingkungan, termasuk kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik), yang konsisten menjalankan tugas menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mencegah penyebaran DBD.
"Peran mereka perlu kita apresiasi dan hargai. Mereka senantiasa menjalankan tugas dari satu titik ke titik lainnya untuk memastikan potensi jentik nyamuk tidak ada di lokasi," ujarnya, Jumat (25/9).
Firmanuddin mengingatkan, musim kemarau yang berkepanjangan akan diikuti musim penghujan. Karena itu, kewaspadaan dan langkah pencegahan perlu terus ditingkatkan, terutama terhadap tempat atau barang yang berpotensi menjadi penampungan air.
"Saya juga minta pemantauan jentik perlu dilakukan secara rutin di lingkungan sekolah dengan melibatkan warga sekolah, sehingga upaya pencegahan DBD dapat berjalan menyeluruh dan dimulai sejak dini," terangnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru, Theresia Artati meminta para kader agar tidak ragu menyampaikan hasil pemeriksaan Angka Bebas Jentik (ABJ) dalam pelaksanaan PSN di lingkungan masyarakat.
Ia menuturkan, semakin banyak jentik yang ditemukan, semakin tinggi pula kewaspadaan yang perlu dibangun oleh kader dan masyarakat.
"Jangan menunggu sampai ada kasus DBD baru jentiknya ditemukan. Pencegahan harus dilakukan sejak dini dan dibarengi dengan PSN mandiri warga," tandasnya.