You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
HBKB Rasuna Said 2 jati
photo Nugroho Sejati - Beritajakarta.id

Dewan Dorong Perluasan HBKB ke Sejumlah Wilayah

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Manuara Siahaan mendorong perluasan pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) ke sejumlah wilayah di Jakarta.

"Yang penting jangkauannya diperluas,"

Hal itu disampaikan Manuara usai peringatan 24 tahun HBKB di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (27/9). Menurutnya, pelaksanaan HBKB tidak harus terpusat di kawasan Sudirman-Thamrin.

Ia menyebut, sejumlah kawasan seperti Blok M, Kota Tua, Gatot Subroto hingga Slipi dapat dikaji sebagai lokasi HBKB. Perluasan ini diharapkan membuat manfaat HBKB dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.

Peserta HBKB Diedukasi Pencegahan DBD

"Yang penting jangkauannya diperluas. Jadi kalau selama ini misalnya Sudirman-Thamrin, diperluas misalnya ke Kota, diperluas sampai ke Blok M," ujar Manuara, Senin (28/9).

Dikatakan Manuara, HBKB tidak hanya berkontribusi mengurangi emisi kendaraan, tetapi juga mendorong gaya hidup sehat, membuka ruang interaksi sosial, serta mendukung pemberdayaan UMKM. Momentum tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan layanan publik seperti administrasi kependudukan, Samsat, hingga pemeriksaan kesehatan gratis.

Manuara juga menyatakan usulan HBKB digelar dua kali sepekan, termasuk pada Sabtu dapat dipertimbangkan. Namun, penambahan hari dan ruas jalan perlu didasarkan pada kajian yang mempertimbangkan aktivitas masyarakat dan perkantoran pada akhir pekan.

"Prinsipnya kita setuju tetapi berdasarkan kajian. Tidak boleh memperluas ruas, menambah ruas jalan, dan menambah titik konsentrasi kalau tidak berdasarkan kajian akademis," katanya.

Di sisi lain, Manuara juga mendorong pemanfaatan teknologi serta pendekatan berbasis vegetasi untuk mendukung penyerapan karbon dioksida dan karbon monoksida.

Menurutnya, pengendalian emisi perlu dilakukan secara komprehensif dan tidak hanya mengandalkan pelaksanaan HBKB.

"Jadi secara teknologi ini boleh secara biologis ya yang ada tumbuhan yang menyerap-nyerap karbon monoksida dan karbon dioksida. Itu bisa kita buat kok secara natural, secara alami," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Peserta HBKB Diedukasi Pencegahan DBD

    access_time27-09-2026 remove_red_eye1410 personTiyo Surya Sakti
  2. Kontrak Kerja 895 Guru PPPK di Jakut dan Kepulauan Seribu Diperpanjang

    access_time28-09-2026 remove_red_eye1406 personAnita Karyati
  3. Uji Coba HBKB Dua Kali Sepekan Diminta Terbatas

    access_time24-09-2026 remove_red_eye1400 personFakhrizal Fakhri
  4. Pemkot Jakpus Jamin Pengadaan Tanah Proyek MRT Thamrin - Kwitang Dilakukan Terbuka

    access_time24-09-2026 remove_red_eye1260 personFolmer
  5. Pedagang di Jalan Mangga Besar Raya Ditertibkan

    access_time30-09-2026 remove_red_eye1225 personFolmer