You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
DWP DKI Ajak Perempuan Hadapi Menopause dengan Tenang
photo Nugroho Sejati - Beritajakarta.id

DWP DKI Ajak Perempuan Hadapi Menopause dengan Tenang

Dharma Wanita Persatuan (DWP) DKI Jakarta mengajak perempuan menghadapi fase perimenopause hingga menopause dengan tenang dan pemahaman yang tepat.

Sambut menopause dengan hati tenang

Pesan ini disampaikan dalam Penyuluhan dan Seminar Kesehatan bertema 'Harmoni Hormon: Merangkul Menopause dengan Hati yang Tenang' di Balai Kota Jakarta, Selasa (29/9).

Ketua DWP DKI Jakarta, Lisniawati Uus Kuswanto mengatakan, menopause merupakan fase alami dalam kehidupan perempuan yang tidak perlu dihadapi dengan rasa takut. Sehingga, edukasi kesehatan penting dilakukan agar perempuan memahami berbagai perubahan fisik dan emosional yang terjadi.

Pelatihan Pengembangan Diri DWP DKI Diikuti 60 Peserta

"Tidak ingin menyambut menopause dengan rasa takut, melainkan dengan hati yang tenang dan pemahaman tubuh yang benar," ujar Lisniawati.

Ia juga mengingatkan pentingnya menerapkan pola hidup sehat melalui olahraga rutin, konsumsi makanan bergizi, tidur yang cukup, serta pengelolaan stres. Dukungan emosional dari keluarga, khususnya pasangan juga diperlukan agar perempuan dapat menjalani fase menopause dengan lebih nyaman.

"Kalau kita sehat secara fisik dan bahagia secara emosional, energi positif ini akan memancar kepada suami, anak-anak kita, dan masyarakat sekitar," katanya.

Sementara itu, Founder Gerakan Perempuan Sadar Vagina (PSV) Indonesia, Inge Satyo Ariyanto menjelaskan, perimenopause merupakan masa transisi menuju menopause yang dapat ditandai dengan perubahan siklus menstruasi dan berbagai perubahan hormonal.

Penurunan hormon estrogen, lanjut Inge, dapat menimbulkan sejumlah keluhan seperti kekeringan vagina, nyeri saat berhubungan intim, perubahan elastisitas jaringan, penurunan libido, gangguan tidur, hingga perubahan suasana hati.

Ia pun menekankan perempuan perlu membekali diri dengan literasi kesehatan reproduksi dan berkonsultasi dengan tenaga medis jika mengalami keluhan yang mengganggu kualitas hidup.

"Menopause bukan berarti hubungan suami istri harus berakhir atau menjadi tidak harmonis. Justru kita harus memahami perubahan yang terjadi agar bisa mencari solusi bersama," tutur Inge.

Ia menambahkan, penerimaan diri dan komunikasi dengan pasangan menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan tersebut. Pemahaman bersama diharapkan dapat membantu pasangan menyikapi perubahan biologis tanpa berkembang menjadi persoalan dalam rumah tangga.

"Perubahan keharmonisan rumah tangga harus diinisiasi oleh istri terlebih dahulu melalui pemahaman literasi kesehatan reproduksi dan kesadaran diri, sehingga membawa efek domino positif bagi suami dan anak-anak," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Transjakarta Tegaskan Larangan Mengamen di Mikrotrans dan Halte

    access_time02-10-2026 remove_red_eye3252 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. 4.100 Benih Ikan Didistribusikan di Lima Pulau Permukiman

    access_time02-10-2026 remove_red_eye2875 personAnita Karyati
  3. Syafrin Minta Pengurus RT/RW Terus Jadi Mitra Strategis Pemerintah

    access_time01-10-2026 remove_red_eye1624 personTiyo Surya Sakti
  4. Jalan Raya Ciracas Dilebarkan

    access_time01-10-2026 remove_red_eye1443 personNurito
  5. Sudin Kesehatan Jakpus Sidak Dua Klinik Kecantikan Diduga Ilegal

    access_time06-10-2026 remove_red_eye1218 personFolmer