Konser Musik Internasional Jadi Penggerak Ekonomi dan Pariwisata Jakarta
Penyelenggaraan konser dan festival musik berskala internasional dinilai mampu menggerakkan ekonomi Jakarta sekaligus memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
"Kami sangat bangga,"
Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Farah Savira mengatakan, kehadiran musisi dunia turut memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi konser internasional. Tingginya minat masyarakat terhadap musik lokal maupun internasional juga menjadi potensi ekonomi yang perlu dioptimalkan.
"Tentu kami sangat bangga dan senang ya, karena Jakarta dipercaya sebagai tuan rumah atau penyelenggara dari berbagai konser musik yang ada di Indonesia maupun di internasional," ujar Farah, Selasa (29/9).
Rano Sebut Jakarta Beat Society Jembatan Musisi Indonesia ke Industri Musik GlobalMenurutnya, optimalisasi potensi tersebut perlu didukung ketersediaan venue dan pengaturan lalu lintas. Ia mendorong Pemprov DKI menambah atau menggandeng pihak lain untuk menyediakan venue di lebih banyak lokasi agar dampak ekonomi dapat tersebar sekaligus mengurangi kepadatan di kawasan seperti Senayan, Kemayoran, dan Tanjung Priok.
"Bagaimana jika kita punya venue-venue yang lokasinya agak lebih jauh sedikit, tapi juga menjangkau warga di sebelah sana dan memiliki ruang gerak yang lebih luas," katanya.
Farah juga mendorong penyelenggara konser memberi ruang lebih luas bagi UMKM lokal sebagai tenant melalui kurasi bersama Disparekraf dan Dinas PPKUKM, termasuk pelaku usaha binaan Jakpreneur.
Selain itu, sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, dan ekonomi kreatif juga dapat diintegrasikan melalui paket promosi atau diskon bagi pemegang tiket konser.
Lebih lanjut, Farah juga meminta aspek keamanan diperkuat agar penyelenggaraan konser berlangsung aman dan kondusif.
"Tindak tegas pelaku-pelaku kriminal yang ada di konser, penjagaan ketat keamanan agar betul-betul aman dan kondusif," tandasnya.