You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pelatihan bakery disabilitas ppkd jaktim nur
photo Nurito - Beritajakarta.id

20 Penyandang Disabilitas di Jaktim Dilatih Membuat Aneka Roti

Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Timur mengadakan pelatihan pembuatan aneka produk roti atau kue. Pelatihan bidang bakery untu kali pertama ini diselenggarakan ini diikuti sebanyak sebanyak 20 penyandang disabilitas.

"Membuka atau mengembangkan usaha sendiri"

Kepala PPKD Jakarta Timur, Teguh Hendarwan mengatakan, selama 30 hari kerja, para peserta dilatih membuat berbagai jenis roti, mulai dari roti pisang, blueberry, cream cheese, roti kopi hingga roti sosis.

PPKD Jaktim Fasilitasi Seleksi Kerja ke Jepang

"Saya sangat senang dan bangga dengan semangat para penyandang disabilitas dalam mengikuti pelatihan ini," ujarnya, Kamis (8/10).

Teguh menjelaskan, peserta pelatihan juga diarahkan untuk meningkatkan kemandirian dan membuka peluang kewirausahaan. 

"Kami ingin bekal keterampilan yang diperoleh para mampu diaplikasikan untuk membuka atau mengembangkan usaha sendiri," terangnya.

Ia menuturkan, pelatihan yang dimulai pada awal Oktober tersebut dijadwalkan memasuki tahapan uji kompetensi selama dua hari pada pekan depan. 

"Peserta yang dinyatakan lulus akan mendapatkan sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan PPKD Jakarta Timur," ucapnya.

Menurutnya, bekal keterampilan tambahan kecakapan berbahasa Inggris juga diberikan kepada peserta pelatihan. Sebab, kemampuan berbahasa Inggris ini diharapkan juga dapat mendukung kegiatan usaha mereka nantinya. Apalagi, Jakarta sedang menyongsong menjadi kota global.

"PPKD Jakarta Timur merupakan satu-satunya fasilitas di DKI Jakarta yang memiliki sarana Disabilitas Learning Center. Gedung ini dilengkapi berbagai fasilitas pendukung pembelajaran bagi penyandang disabilitas," bebernya.

Instruktur pelatihan, Dini Ismiyati memaparkan, metode pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta. Salah satunya dengan menggunakan media pembelajaran berbasis visual agar materi lebih mudah dipahami.

"Kalau metode pembelajaran seperti resep, biasanya orang umum standarnya pakai PDF. Namun, untuk difabel menggunakan visual karena kalau mereka diberikan tulisan saja biasanya akan lebih sulit memahami," ungkapnya.

Sementara itu, orang tua peserta, Zanti (45) mengaku bangga melihat perkembangan anaknya, Adrian Hakim Indra Kusuma (22) yang merupakan penyandang tunagrahita autistik.

Zanti menyampaikan, semula pesimistis anaknya yang merupakan atlet pararenang mampu mengikuti pelatihan dan membuat aneka jenis roti. Namun, keraguan tersebut sirna setelah melihat langsung kemampuan Adrian.

"Setelah anak saya ikut pelatihan bisa bikin roti, saya bersyukur karena anak saya diberi kesempatan untuk lebih mandiri dan percaya diri. Kami orang tua saja tidak percaya anak saya mampu bikin roti, ternyata bisa," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Transjakarta Tegaskan Larangan Mengamen di Mikrotrans dan Halte

    access_time02-10-2026 remove_red_eye3327 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. 4.100 Benih Ikan Didistribusikan di Lima Pulau Permukiman

    access_time02-10-2026 remove_red_eye2953 personAnita Karyati
  3. Petugas Berhasil Evakuasi Jenazah di Kali Ciliwung

    access_time08-10-2026 remove_red_eye2277 personNurito
  4. Sudin Kesehatan Jakpus Sidak Dua Klinik Kecantikan Diduga Ilegal

    access_time06-10-2026 remove_red_eye1369 personFolmer
  5. Inflasi Jakarta 0,13 Persen, Daging Ayam, Cabai, dan Beras Jadi Penyumbang Utama

    access_time03-10-2026 remove_red_eye1134 personFakhrizal Fakhri