Komisi B Dukung Stasiun MRT Jadi Penggerak Pertumbuhan Kawasan
PT MRT Jakarta bersama Pemprov DKI Jakarta meluncurkan konsep desain Blok M Fase Ultimate untuk mentransformasi kawasan Blok M-Sisingamangaraja menjadi pusat perkotaan yang aktif, inklusif, dan layak huni.
"Disesuaikan dengan masing-masing lokasi,"
Transformasi kawasan tersebut mencakup lima aspek utama, yakni revitalisasi terminal, pengembangan kawasan mixed use, penguatan konektivitas pejalan kaki, penyediaan destinasi komersial baru, serta ruang terbuka publik.
Pengembangan kawasan mengusung konsep transit oriented development (TOD) dan ditargetkan rampung secara bertahap hingga 2029. Proyek ini tidak menggunakan APBD, melainkan melalui skema creative financing bersama mitra strategis.
Rencana Pengadaan Tanah Pembangunan MRT Segmen Thamrin-Kwitang Terus DisosialisasikanWakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wahyu Dewanto mendukung pengembangan konsep TOD di sekitar stasiun MRT. Menurutnya, konsep tersebut penting untuk mengoptimalkan akses masyarakat menuju dan dari kawasan stasiun.
"Masing-masing tentu punya karakternya sendiri," ujar Wahyu, Kamis (8/10).
Dikatakan Wahyu, lima aspek pengembangan di Blok M seperti revitalisasi terminal, kawasan mixed use, dan destinasi komersial baru telah disesuaikan dengan potensi kawasan.
"Untuk kawasan-kawasan stasiun lain tentu disesuaikan dengan masing-masing lokasi," imbuhnya.
Wahyu menilai, keberadaan MRT dapat menjadi penggerak pertumbuhan kawasan di sekitar stasiun. Sebab itu, pemerintah daerah perlu menyiapkan arahan yang jelas agar potensi setiap kawasan dapat dikembangkan secara optimal.
"Adapun infrastruktur publik seperti fasilitas pejalan kaki dan lain-lain tentu perlu segera diprogramkan. Demikian juga dengan ruang-ruang terbuka publik," tandasnya.