You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Satriadi gunawan pol pp jati
photo Nugroho Sejati - Beritajakarta.id

Satpol PP Ungkap Kronologi Penyerangan Anggota Usai Penertiban di Kebayoran Baru

Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mengalami kekerasan saat melaksanakan penertiban gabungan di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Kamis (8/10). Insiden tersebut terjadi setelah petugas menertibkan parkir liar di depan Kolam Renang Bulungan.

"melaporkan oknum yang melakukan kekerasan,"

Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan menuturkan, kejadian bermula ketika rombongan petugas melintas di Jalan Kyai Maja usai melaksanakan penertiban.

Ia menjelaskan, penertiban gabungan tersebut melibatkan Satpol PP Kecamatan Kebayoran Baru, Satuan Pelaksana (Satpel) Dinas Perhubungan (Dishub) Kecamatan Kebayoran Baru, Satpel Sosial Kecamatan Kebayoran Baru, Koramil, dan Polsek Kebayoran Baru.

80 Personel Satpol PP Bantu Pengamanan Kawasan GBK

Kegiatan menyasar pedagang kaki lima (PKL), parkir liar (PARLI), dan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Satriadi menyampaikan, salah satu lokasi penertiban adalah area parkir liar di depan Kolam Renang Bulungan yang selama ini sering menjadi objek pengaduan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, penertiban kegiatan berjalan aman dan terkendali, dengan puluhan kendaraan yang dilakukan Operasi Cabut Pentil (OCP) oleh petugas Satpel Dinas Perhubungan Kecamatan Kebayoran Baru.

“Setelah kegiatan penertiban selesai, rombongan petugas bergerak menuju wilayah Kelurahan Selong. Saat melintas di Jalan Kyai Maja, truk yang berada di bagian belakang iring-iringan dilempari oleh sejumlah pekerja proyek pembangunan gedung Kejaksaan,” ungkapnya, Senin (12/10).

Satriadi menyebut, peristiwa itu terjadi bertepatan dengan waktu istirahat para pekerja. Sementara itu, rombongan kendaraan di bagian depan mendengar teriakan seorang ibu yang meminta pertolongan karena adanya dugaan pencurian sepeda motor.

“Petugas kemudian berhenti dan turun untuk memastikan situasi serta mencegah terjadinya tindakan main hakim sendiri oleh massa,” ujarnya.

Setelah mendatangi lokasi kerumunan, petugas mengetahui bahwa massa merupakan pekerja proyek yang kendaraannya sebelumnya menjadi objek OCP saat penertiban parkir liar di depan Kolam Renang Bulungan.

Ia mengatakan, para pekerja tidak terima kendaraannya dilakukan OCP karena menganggap lokasi tersebut merupakan tempat parkir yang disediakan oleh pihak PT. Petugas Satpol PP bersama personel Koramil kemudian berupaya meredakan situasi melalui pendekatan persuasif dan komunikasi dengan para pekerja.

“Situasi sempat mereda, namun kemudian kembali memanas akibat provokasi dari massa yang berdatangan. Kondisi tersebut berujung pada aksi pelemparan ke arah petugas dan terjadinya kekerasan terhadap petugas di lokasi,” katanya.

Dalam kejadian tersebut, terdapat petugas yang mengalami luka saat berupaya melindungi anggota lainnya yang terjatuh dan nyaris menjadi sasaran pengeroyokan massa.

Setelah kejadian, perwakilan manajemen PT PP mendatangi pihak Kecamatan Kebayoran Baru untuk menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut serta menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab atas dampak kejadian, termasuk kerusakan maupun biaya pengobatan anggota yang terluka.

“Terkait penanganan kasus tersebut, pihak Satpol PP telah melaporkan oknum yang melakukan kekerasan kepada kepolisian. Para terduga pelaku juga telah teridentifikasi oleh pihak kepolisian untuk proses penanganan lebih lanjut,” tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Transjakarta Apresiasi Pelanggan Cilik Pengguna Setia Mikrotrans di Jaktim

    access_time11-10-2026 remove_red_eye21556 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Tera Perangkat SPKLU Pastikan Pengukuran Energi Listrik Akurat

    access_time09-10-2026 remove_red_eye11367 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Petugas Berhasil Evakuasi Jenazah di Kali Ciliwung

    access_time08-10-2026 remove_red_eye6805 personNurito
  4. MRT Jakarta Integrasikan Pembayaran Tiket JakLingko Mulai 12 Oktober 2026

    access_time09-10-2026 remove_red_eye3705 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Sudin Kesehatan Jakpus Sidak Dua Klinik Kecantikan Diduga Ilegal

    access_time06-10-2026 remove_red_eye1741 personFolmer