You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
1791882213900
photo Istimewa - Beritajakarta.id

Gulma di Waduk Cawang Tuntas Dibersihkan

Sempat menjadi sorotan di media sosial akibat permukaan air yang menghijau dan dipenuhi tanaman liar serta sampah, Waduk Cawang di RW 01, Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur kini sudah selesai dibersihkan oleh petugas Unit Pengelola Sampah (UPS) Badan Air Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta.

"Kita kerahkan enam petugas"

Kepala UPS Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dadang Cahya Rusdiana mengatakan, perubahan warna air menjadi hijau bukan disebabkan oleh limbah, melainkan pertumbuhan gulma yang dikenal masyarakat sebagai mata lele.

Pembangunan Dinding Penahan Turap Waduk Rawa Babon Capai 30 Persen

Menurutnya, tanaman invasif tersebut berkembang biak dengan cepat, terutama saat musim kemarau. Kondisi ini menyebabkan gulma mudah memenuhi permukaan waduk apabila tidak segera ditangani.

"Kita kerahkan enam petugas dari Satgas UPS Badan Air untuk membersihkan gulma dan sampah di Waduk Cawang ini," ujarnya, Selasa (13/10).

Dadang menjelaskan, pembersihan gulma sudah dilakukan mulai 11 Oktober 2026. Satu unit perahu berbahan styrofoam turut dikerahkan untuk mempermudah pembersihan gulma tersebut.

"Pembersihan gulma ini menghadapi kendala terjadinya pendangkalan akibat sedimentasi yang menyebabkan tidak dapat bergerak leluasa," terangnya.

Sementara itu, salah seorang warga setempat, Bagyo (45) menyampaikan apresiasi kepada petugas UPS Badan Air yang sudah membersihkan gulma dan sampah di waduk tersebut. 

Ia berharap, kondisi waduk yang lebih bersih dapat mendukung fungsinya dalam menampung debit air, terutama saat musim hujan.

"Kami ucapkan terima kasih kepada UPS Badan Air yang sudah membersihkan gulma dan sampah dari Waduk Cawang ini," tuturnya.

Bagyo menginginkan, pemeliharaan waduk dapat dilakukan secara berkelanjutan agar pertumbuhan gulma tidak kembali menutupi permukaan air. 

"Fungsi waduk sebagai salah satu penampung air harus tetap terjaga dan risiko air melimpas ke permukiman warga saat musim hujan dapat diminimalisir," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Transjakarta Apresiasi Pelanggan Cilik Pengguna Setia Mikrotrans di Jaktim

    access_time11-10-2026 remove_red_eye28499 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Tera Perangkat SPKLU Pastikan Pengukuran Energi Listrik Akurat

    access_time09-10-2026 remove_red_eye11471 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Petugas Berhasil Evakuasi Jenazah di Kali Ciliwung

    access_time08-10-2026 remove_red_eye6870 personNurito
  4. MRT Jakarta Integrasikan Pembayaran Tiket JakLingko Mulai 12 Oktober 2026

    access_time09-10-2026 remove_red_eye3786 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Jalan Tembus Kelapa Gading-Pulogadung Permudah Mobilitas dan Aksesibilitas Warga

    access_time09-10-2026 remove_red_eye1558 personAldi Geri Lumban Tobing