PPKPI Adakan Pelatihan TOT bagi 60 Instruktur
Pusat Pelatihan Kerja Pengembangan Industri (PPKPI) Pasar Rebo, Jakarta Timur, menggandeng perusahaan otomotif asal Korea Selatan, Hyundai, dalam pelatihan TOT (Training of Trainer).
Kolaborasi dengan perusahaan otomotif Korea
Dalam kegiatan berlangsung sejak Selasa (13/10) hingga Kamis (15/10) besok ini, Hyundai mengirimkan sembilan instruktur handalnya ke PPKPI Pasar Rebo untuk memberikan materi pelatihan kepada 60 peserta.
Kehadiran PT Hyndai ini hasil usaha dari Plan International Indonesia (Plan Indonesia), sebuah organisasi nirlaba yang berjuang untuk pemenuhan hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan di Indonesia.
PPKPI Pasar Rebo Beri Pelatihan Gratis Pangkas RambutKasubag TU PPKPI Pasar Rebo, Faiz Ajri mengatakan, para peserta pelatihan merupakan instruktur otomotif di pusat pelatihan kerja maupun guru sekolah menengah kejuruan (SMK).
Mereka diberikan meteri dari teknisi Hyundai tentang sistem penggerak kendaraan yang menggunakan motor listrik dan baterai isi ulang sebagai sumber tenaga utama (Electric Vehicle/EV).
"Kita seleksi 60 orang terbaik yang layak untuk mengikuti pelatihan TOT ini. Seleksinya ada tertulis dan wawancara. Yang memfasilitasi itu Yayasan Plan Indonesia dan Yayasan Plan Korea," kata Faiz, Rabu (14/10).
Menurut Faiz, kolaborasi dengan pihak asing seperti ini baru pertama kali dilakukan dan diharapkan menjadi pemantik bagi perusahaan lainnya bekerjasama dengan PPKPI.
"Kolaborasi dengan Hyundai dan Yayasan Plan Indonesia ini merupakan salah satu bentuk usaha mewujudkan Jakarta Go Green," tuturnya.
Selain memberikan pelatihan, jelas Faiz, pihak Hyundai dan Yayasan Plan Indonesia juga menghibahkan tool-tool khusus EV, empat unit interactive board, meja kursi serta AC.
"Peserta pelatihan juga dapat sertifikat kepesertaan dari Hyundai Korea," ucapnya.
Harapannya, dengan kehadiran Hyundai pihaknya bisa mendapat masukan unit kompetensinya dan sertifikasinya. Sehingga bisa buka kelas khusus EV.
Trainer Hyundai Motor Company High-Tech Volunteer, Kim Kyu Hyung mengungkapkan, ada tiga materi yang diberikan dalam pelatihan ini, pertama tentang fungsi kinerja mesin supaya bertenaga dengan baik tetapi efisien.
Kedua tentang advanced monitoring, seperti dashboard untuk memantau kondisi mobil, kesehatan mobil, termasuk sistem keamanannya. Ketiga, terkait eco-friendly vehicle, baik EV maupun hybrid.
"Implementasinya sudah dimulai di Korea dan akan mencoba menerapkan di Indonesia melalui pelatihan ini," katanya.
Sementara, Program Manager Plan International Indonesia, Herbet Barimbing mengatakan, pelatihan ToT ini untuk meningkatkan skill dan pemahaman instruktur dan guru.
"Prinsipnya kami mempersiapkan kaum muda siap bekerja dengan melatih instruktur dan guru otomotif. Sehingga mereka bisa kembali menyampaikan materi ini kepada murid atau peserta pelatihan di PPKD," papar Herbet.
Fitri Aprilia, seorang peserta TOT yang juga guru Teknik Mesin Otomotif SMKN 34, mengaku sangat senang bisa diikutsertakan dalam pelatihan ini karena dapat menambah pengetahuannya tentang teknologi EV, khususnya common rail.
"Materi yang diajarkan tentang common rail. Jujur kalau common rail di sekolah masih minim, baik alat peraga maupun materinya. Di sini jadi mengenal lagi produk baru, gambaran common rail, sensor dan fungsinya," ungkap Fitri.