Legislator Minta Pengawasan dan Layanan Kesehatan Diperkuat untuk Cegah DBD
Anggota DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike meminta, Pemprov DKI memperkuat pengawasan dan layanan kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jakarta Selatan. Hingga September 2026, jumlah kasus DBD di wilayah tersebut mencapai 1.314 kasus.
"Perkuat pengawasan,"
Yuke mendorong Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Selatan agar tidak hanya mengandalkan imbauan, tetapi juga aktif mendampingi masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan DBD.
"Angka 1.314 kasus bukan sekadar statistik, melainkan peringatan serius bagi kita semua. Saya meminta Pemprov DKI dan Sudinkes untuk tidak hanya menyerahkan tanggung jawab pencegahan kepada masyarakat, tetapi juga memperkuat pengawasan serta menyediakan fasilitas pendukung yang memadai," ujar Yuke, Rabu (14/10).
Sudinkes Jaksel Telah Tangani 1.314 Kasus DBDIa juga menekankan pentingnya pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus dan gerakan Satu Rumah Satu Jumantik secara konsisten. Menurutnya, keterlibatan aktif ketua RT, RW, lurah, hingga camat diperlukan agar upaya pencegahan berjalan efektif dan tidak sekadar menjadi kegiatan rutin.
"Gerakan PSN 3M Plus dan Posko Jumantik harus benar-benar didampingi secara langsung oleh ketua RT, RW, lurah, hingga camat. Jangan sampai program ini hanya menjadi formalitas," tegasnya.
Selain memperkuat pencegahan, Yuke menekankan Sudinkes Jakarta Selatan mengoptimalkan pengendalian nyamuk di wilayah rawan penularan, termasuk melalui pengasapan atau fogging sesuai kebutuhan dan indikasi di lapangan.
Yuke juga menyoroti kesiapan fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit umum daerah (RSUD) di Jakarta Selatan.
"Kami akan terus memantau penanganan DBD, termasuk ketersediaan ruang rawat, sarana medis, dan obat-obatan agar warga yang terjangkit dapat memperoleh penanganan secara cepat dan memadai," tandasnya.