You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pengecekan instalasi listrik doc
photo Doc - Beritajakarta.id

Pencegahan Kebakaran di Kawasan Padat Penduduk Diminta Diperkuat

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Manuara Siahaan meminta, Pemprov DKI Jakarta memperkuat upaya pencegahan kebakaran di kawasan permukiman padat dan kumuh. Salah satu upaya yang diusulkan adalah mengantisipasi risiko kebakaran akibat korsleting listrik.

"Kita harus bantu,"

Dikatakan Manuara, kebakaran kerap terjadi akibat kelalaian maupun ketidaksengajaan. Berdasarkan pengamatannya, korsleting listrik dan penggunaan gas yang tidak aman menjadi dua faktor yang perlu mendapat perhatian serius untuk menekan risiko kebakaran di ibu kota.

Menurut dia, Pemprov DKI perlu melakukan kajian komprehensif untuk mengidentifikasi penyebab tingginya kasus kebakaran di kawasan permukiman kumuh. Hasil kajian tersebut diharapkan menjadi dasar penyusunan langkah pencegahan yang tepat sasaran.

Kebakaran di Penjaringan Diduga Dipicu Korsleting

"Saya sedang merumuskan suatu langkah dan akan menyampaikannya kepada Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, khusus untuk penanganan di kawasan kumuh," ujar Manuara, Kamis (15/10).

Ia mengusulkan agar Pemprov DKI mempertimbangkan pemasangan alat pengaman tambahan pada instalasi listrik rumah warga. Alat tersebut, kata Manuara, berfungsi seperti Miniature Circuit Breaker (MCB) atau pemutus sirkuit yang dapat memutus aliran listrik secara otomatis ketika terjadi gangguan seperti korsleting atau kelebihan beban (overload) sehingga risiko kebakaran dapat ditekan.

Manuara menilai, usulan tersebut perlu dikaji bersama PT PLN (Persero) untuk memastikan penerapannya sesuai dengan standar keselamatan instalasi listrik. Ia juga mendorong Dinas Gulkarmat DKI Jakarta melakukan kajian pada 2027 sebagai dasar penyusunan dan penerapan langkah pencegahan tersebut.

"Upaya ini penting mengingat Jakarta masih memiliki hampir 200 rukun warga (RW) kumuh. Sebagian warga di kawasan tersebut merupakan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang membutuhkan dukungan pemerintah untuk meningkatkan keamanan tempat tinggal mereka," jelasnya.

Meski demikian, Manuara menegaskan bahwa pemasangan alat pengaman bukan satu-satunya solusi untuk mencegah kebakaran. Kepatuhan terhadap standar keselamatan instalasi listrik dan perilaku masyarakat yang berhati-hati tetap menjadi faktor penting.

Ia juga berencana melibatkan Lembaga Teknologi Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI) dalam kajian akademik terkait persoalan tersebut. Kajian ini diharapkan dapat memetakan penyebab kebakaran di kawasan permukiman kumuh sekaligus menghasilkan rekomendasi pencegahan yang dapat diterapkan Pemprov DKI.

"Kita harus bantu, ini rakyat kita juga. Bagaimana kalau alat ini disosialisasikan kepada mereka dan dipasang di rumah untuk mencegah kebakaran akibat korsleting listrik," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Jakarta Esports 2026 Hadirkan Panggung Game Lokal, Musik, dan Kreativitas

    access_time19-10-2026 remove_red_eye3701 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Personel Gabungan Kembalikan Fungsi Trotoar dan Saluran di Jalan Sungai Bambu

    access_time21-10-2026 remove_red_eye2622 personAnita Karyati
  3. Warga Kelurahan Pulau Panggang Diajak Gencarkan Pilah Sampah

    access_time20-10-2026 remove_red_eye1407 personAnita Karyati
  4. Antisipasi Cuaca Panas, Pemprov DKI Siapkan OMC Jelang JRF dan Konser Kanye West

    access_time21-10-2026 remove_red_eye1330 personDessy Suciati
  5. Makin Diminati, Transportasi Jakarta Tembus Peringkat 15 Besar Dunia

    access_time19-10-2026 remove_red_eye1241 personDessy Suciati