You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Cilung festival 2026 otoy
photo Andri Widiyanto - Beritajakarta.id

CiLung Fest 2026 Momentum Bangun Kepedulian Warga terhadap Perairan Jakarta

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta akan menggelar Festival Perahu Cinta Lingkungan (CiLung Fest) 2026 di Danau Sunter Selatan, Jakarta Utara, Minggu (18/10) mendatang.

"Festival jadi bagian dari program berkelanjutan,"

Festival ini akan dimeriahkan parade 43 perahu berbahan botol plastik bekas hasil karya Pasukan Orange. Kegiatan tersebut juga digelar untuk memperingati Hari Sungai Sedunia sekaligus menyongsong lima abad Jakarta.

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Bun Joi Phiau mengapresiasi penyelenggaraan CiLung Fest 2026. Menurutnya, pemanfaatan botol plastik bekas menjadi perahu menunjukkan bahwa sampah dapat diolah menjadi barang yang memiliki nilai guna.

CiLung Fest 2026, Upaya Dorong Kebiasaan Warga Pilah Sampah dari Rumah

Ia menilai, pelibatan masyarakat melalui berbagai kegiatan seperti naik perahu gratis, pameran foto, dan pelepasan benih ikan juga menjadi sarana edukasi untuk menumbuhkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga lingkungan.

"Momentumnya juga pas, bertepatan dengan Hari Sungai Sedunia dan menjelang lima abad Kota Jakarta," ujarnya, Jumat (16/10).

Meski demikian, Bun mengingatkan bahwa edukasi melalui festival saja tidak cukup. Kegiatan tersebut harus diikuti perubahan perilaku masyarakat dan langkah nyata untuk memperbaiki kualitas lingkungan agar tidak berhenti sebagai acara seremonial.

Ia pun mendorong DLH DKI mengevaluasi dampak CiLung Fest terhadap perilaku masyarakat, termasuk peningkatan pemilahan sampah di tingkat RT/RW dan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.

"Masukan kami, DLH perlu mengukur dampaknya, misalnya seberapa jauh kegiatan ini meningkatkan pemilahan sampah di tingkat RT/RW dan mengurangi plastik sekali pakai, sehingga festival menjadi bagian dari program berkelanjutan," katanya.

Selain memperkuat edukasi, Bun meminta DLH DKI meningkatkan upaya konkret untuk mengatasi pencemaran sungai, danau, dan situ melalui pengawasan yang lebih ketat.

"Termasuk sanksi bagi pelanggar. Pelanggaran harus ditindak dengan sanksi tegas," tegasnya.

Bun juga mendorong perbaikan sistem pemantauan kualitas air yang dilakukan secara berkala dan transparan. Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui kondisi perairan sekaligus turut mengawasi upaya pengendalian pencemaran.

Di sisi lain, pengelolaan sampah dari hulu perlu diperkuat melalui pemilahan sejak dari sumber, pengembangan bank sampah, serta penanganan sampah di bantaran sungai dan kawasan situ.

Menurut Bun, pemeliharaan rutin perairan, pengerukan, dan perlindungan kawasan resapan air juga harus dilakukan secara konsisten dengan alokasi anggaran yang jelas dan terukur agar pelaksanaannya berjalan optimal.

"Kami di DPRD akan mengawal agar target kebersihan perairan Jakarta menjelang lima abad benar-benar tercapai dan bisa dirasakan warga," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Transjakarta Apresiasi Pelanggan Cilik Pengguna Setia Mikrotrans di Jaktim

    access_time11-10-2026 remove_red_eye29739 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Aksi Humanis Petugas Transjakarta Bantu Lansia Tuai Apresiasi

    access_time15-10-2026 remove_red_eye11234 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Satpol PP Ungkap Kronologi Penyerangan Anggota Usai Penertiban di Kebayoran Baru

    access_time12-10-2026 remove_red_eye1887 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. Hattrick, Transjakarta Pertahankan Predikat Terbaik Pertama Pengelolaan Arsip

    access_time15-10-2026 remove_red_eye1559 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. UPS Badan Air Cilincing Buat Perahu Unik dari Sampah Anorganik

    access_time11-10-2026 remove_red_eye1225 personAnita Karyati