Beritajakarta Ajak Pelajar SMA Labschool Bintaro Belajar Jurnalistik
Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta mengadakan sosialisasi dan edukasi literasi media bertajuk Ngobrol Bareng Beritajakarta di SMA Labschool Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Kegiatan bertema "How to Become a Journalist" ini diikuti 240 peserta didik untuk mengenal lebih dekat dunia jurnalistik dan penyiaran.
"Memberikan wawasan kepada pelajar"
Pemimpin Redaksi Beritajakarta, Dhini Gilang Prasasti mengatakan, kegiatan tersebut merupakan rangkaian kunjungan keempat dari total enam sekolah yang akan disambangi di wilayah DKI Jakarta. Program ini bertujuan memberikan wawasan mengenai profesi jurnalis sekaligus membangkitkan minat pelajar untuk menekuni bidang jurnalistik.
Ngobrol Bareng Beritajakarta Bahas Tantangan dan Peluang Pariwisata"Tema ini dipilih untuk memberikan wawasan kepada pelajar mengenai dunia jurnalistik. Ngobrol Bareng Beritajakarta ke sekolah juga menjadi upaya membangkitkan semangat pelajar yang ingin menekuni bidang jurnalistik," ujarnya, Rabu (21/10).
Dhini menjelaskan, program ini juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengenal lebih dekat dunia jurnalistik, khususnya bidang penyiaran melalui media resmi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Selain menghadirkan narasumber dari kalangan jurnalis, kegiatan ini turut menggandeng praktisi penyiaran TransJakarta, Yasser Fikry yang merupakan produser program TJ Radio sekaligus pengisi suara.
"Kehadiran para narasumber diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan siswa mengenai perkembangan dunia jurnalistik dan penyiaran," terangnya.
Menurutnya, para peserta mengikuti materi edukatif yang diselingi sesi tanya jawab dan kuis berhadiah. Kegiatan tersebut berlangsung interaktif dengan antusiasme siswa yang ingin mengetahui lebih jauh proses kerja jurnalis dan penyiar.
"Selain mendapatkan materi edukatif seputar jurnalistik dan penyiaran, para siswa juga tampak antusias mengikuti jalannya acara yang diselingi dengan sesi tanya jawab dan kuis berhadiah menarik," ungkapnya.
Dhini berharap, kegiatan ini dapat meningkatkan literasi digital dan media di kalangan pelajar sekaligus memotivasi generasi muda untuk mengenal berbagai profesi di bidang jurnalistik.
Dalam kegiatan tersebut, panitia juga menggelar lomba pembawa berita (news anchor) bagi peserta. Pemenang lomba akan mendapatkan kesempatan tampil sebagai pembawa berita dalam program Beritajakarta Terkini.
"Semoga ini menjadi langkah terbaik bagi mereka untuk menggapai cita-cita nantinya," ucapnya.
Kepala SMA Labschool Bintaro, Dede Supriatna mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai salah satu dari enam sekolah yang dikunjungi dalam program tersebut.
Pelatihan ini menjadi kesempatan bagi siswa untuk memahami proses jurnalistik, mulai dari mencari dan mengolah hingga menyebarkan informasi secara bertanggung jawab.
"Di tengah dunia yang serba cepat informasinya, siswa harus pandai-pandai menyaring sebelum sharing. Saring dahulu informasi, baru kemudian dibagikan, terlebih terhadap berita-berita yang sifatnya hoaks," bebernya.
Dede menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis dan menganalisis fakta secara objektif kepada 240 peserta didik yang hadir. Seorang jurnalis bertugas mencari dan menyampaikan fakta berdasarkan peristiwa yang terjadi, bukan sekadar menyampaikan informasi tanpa proses verifikasi.
"Melalui pelatihan ini, para pelajar diharapkan tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki kecakapan hidup (life skills) yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan arus informasi digital saat ini," imbuhnya.
Sementara itu, murid kelas XI SMA Labschool Bintaro sekaligus pemenang lomba News Anchor, Haga Saniva mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut secara langsung.
Haga mengungkapkan, dirinya sempat merasa ragu ketika mengikuti lomba. Namun, keinginan untuk menjadi jurnalis serta dukungan dari teman-teman membuatnya lebih percaya diri hingga mampu menyelesaikan tantangan tersebut dengan baik.
"Saya mengajak teman-teman untuk lebih bijak lagi dalam menanggapi suatu berita atau informasi. Jangan sampai kita sebagai pelajar malah terjerumus ke dalam hoaks," tandasnya.