Pegawai Pemkot Jakut Dilatih Sigap Bencana Gempa Bumi
Pegawai di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara mengikuti simulasi evakuasi bencana gempa bumi yang diinisiasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta.
"Kunci keselamatan"
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta, Yuni Wijayanti mengatakan, simulasi dilaksanakan di Kantor Wali Kota Jakarta Utara dan 54 lokasi lainnya, meliputi kantor kecamatan, kantor kelurahan, puskesmas, rumah sakit umum daerah (RSUD), hingga sekolah.
150 Personel Gabungan Ikuti Simulasi Kesiapsiagaan Bencana di RawajatiMenurutnya, latihan kesiapsiagaan tersebut merupakan tindak lanjut Instruksi Sekretaris Daerah (Insekda) Provinsi DKI Jakarta Nomor e-0044.
"Alhamdulillah, seluruh rangkaian berjalan tertib dan lancar berkat koordinasi matang serta tingginya antusiasme pegawai," ujarnya, Rabu (21/10).
Yuni menjelaskan, simulasi diawali dengan pengarahan teknis mengenai penempatan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) dan aparatur tingkat kota di setiap lantai gedung.
Ketika sirene pertama berbunyi, seluruh pegawai diarahkan melakukan teknik perlindungan diri dasar, yakni merunduk, berlindung, dan bertahan (drop, cover, and hold on) selama dua menit di bawah meja atau di dekat struktur bangunan yang kokoh.
"Setelah dua menit, petugas memandu evakuasi menuju titik kumpul aman. Seluruh lift sengaja dinonaktifkan guna menyerupai kondisi kedaruratan nyata, sehingga perpindahan massa diarahkan penuh melalui tangga darurat," terangnya.
Sekretaris Kota Jakarta Utara, Iyan Sopian Hadi menuturkan, latihan kebencanaan sangat penting karena bencana alam dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa peringatan.
Kesiapan menghadapi bencana tidak hanya berkaitan dengan keselamatan diri sendiri, tetapi juga kepedulian terhadap orang lain yang membutuhkan bantuan saat keadaan darurat.
"Kesiapan mitigasi yang matang adalah kunci keselamatan. Kami meminta seluruh pegawai tidak hanya memikirkan keselamatan pribadi saat darurat, tetapi juga memiliki kepekaan untuk menolong rekan kerja di sekitarnya," ungkapnya.
Iyan menginstruksikan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melengkapi sarana dan prasarana penunjang kedaruratan di lingkungan kerja masing-masing. Fasilitas medis dasar perlu tersedia agar pegawai yang membutuhkan penanganan cepat dapat segera memperoleh pertolongan saat bencana terjadi.
"Mari kita jadikan simulasi ini sarana pembentukan budaya tanggap bencana. Kita juga terus mendoakan keselamatan wilayah Jakarta serta saudara-saudara kita yang tengah tertimpa musibah di berbagai daerah," imbuhnya.
Sementara itu, salah seirang petugas Pengamanan Dalam (Pamdal) Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Jaenudin mengapresiasi pelaksanaan simulasi tersebut.
Jaenudin menyampaikan, proses evakuasi dari lantai 13 hingga lantai dasar menunjukkan bahwa tingkat kesiapan pegawai masih beragam. Sebagian pegawai sudah sigap mengikuti arahan, sementara sebagian lainnya masih panik atau kebingungan menentukan rute evakuasi.
"Kami terus memandu mereka menuruni tangga darurat secara tertib agar tidak berdesakan. Harapan saya, setelah kegiatan ini seluruh pegawai benar-benar terbiasa dan siap siaga," tandasnya.