Angka Kemiskinan di Jakarta Turun, Akses Ketenagakerjaan Membaik
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan, tingkat kemiskinan di Jakarta berhasil turun hingga di bawah empat persen atau sebesar 3,96 persen pada Maret 2026. Selain penurunan angka kemiskinan, indikator ketenagakerjaan di ibu kota juga mengalami perbaikan.
"Mengalami perbaikan yang cukup signifikan,"
Hal ini disampaikan Pramono pada Konferensi Pers Realisasi APBD Triwulan III Tahun 2026 dengan tema “Menjaga Momentum Pertumbuhan: APBD Bekerja Serempak dan Berdampak”, di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (21/10).
"Hampir semua indikator yang berkaitan dengan kemiskinan dan kesempatan kerja kita mengalami perbaikan yang cukup signifikan," ujar Pramono.
Pemprov DKI-Polda Metro Perkuat Sinergi Tingkatkan Kesejahteraan MasyarakatPramono menyebut, tingkat pengangguran terbuka sebesar 5,79 persen dan tingkat partisipasi angkatan kerja 66,05 persen. Peningkatan akses kerja ini terus ditingkatkan melalui pelatihan dengan Mobile Training Unit (MTU) dan pelatihan reguler.
Pemprov DKI, kata Pramono, akan terus membangun optimisme meskipun masyarakat tengah menghadapi tekanan ekonomi dunia.
Lebih lanjut, sebagai kota global, Jakarta juga mengalami kemajuan dalam hal capaian Sustainable Development Goals atau SDGs. Dari 17 target SDGs, sebanyak enam target di antaranya telah berhasil dicapai.
"Dan saya udah minta untuk ini kita sempurnakan terus agar sebagai indeks kota global itu tercermin dari Oxford Economic Global City Index di tahun 2026," ucapnya.