You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pemutihan ijazah jakut anita
photo Anita Karyati - Beritajakarta.id

683 Warga Jakut Terima Bantuan Pemutihan Ijazah

Sebanyak 683 warga Jakarta Utara menerima bantuan pemutihan ijazah tahap II melalui kolaborasi Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bazis. Program ini diharapkan membantu lulusan yang terkendala biaya untuk memperoleh ijazah asli agar dapat melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.

"Jembatan menuju masa depan"

Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat mengatakan, ijazah merupakan dokumen penting yang dapat membuka peluang bagi para lulusan untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Hari Sumpah Pemuda, Pramono Serahkan Bantuan Pemutihan Ijazah 2.810 Warga

"Ijazah ini menjadi jembatan menuju masa depan yang lebih baik, baik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi maupun mencari pekerjaan demi meningkatkan kesejahteraan," ujarnya, di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Kamis (29/10).

Hendra berharap, program kolaboratif tersebut dapat terus berlanjut agar semakin banyak masyarakat yang membutuhkan memperoleh manfaatnya.

Ia mengajak para orang tua untuk terus mendukung dan mendampingi anak-anak agar semangat belajar mereka tetap terjaga.

"Semoga ijazah ini menjadi langkah awal untuk meraih masa depan yang lebih baik. Teruslah belajar dan berkembang," ungkapnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Utara, Ali Mukodas memaparkan, penyerahan bantuan tersebut merupakan bagian dari program pemutihan ijazah tahap II yang telah membantu penebusan 2.810 ijazah di DKI Jakarta.

Menurutnya, khusus di Jakarta Utara, bantuan diberikan kepada 683 penerima manfaat. Rinciannya, sebanyak 119 lulusan berasal dari sekolah di bawah Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Utara, sedangkan 564 lulusan lainnya berasal dari Wilayah II.

"Bantuan ini diberikan kepada lulusan berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah kejuruan (SMK)," bebernya.

Ia menambahkan, program tersebut didukung pendanaan Baznas Bazis Jakarta Utara dengan total anggaran sekitar Rp1,17 miliar. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp242,98 juta dialokasikan untuk Wilayah I dan Rp930,56 juta untuk Wilayah II.

Untuk memastikan program berjalan efektif, Suku Dinas Pendidikan Jakarta Utara akan terus memperbarui dan memvalidasi data ijazah yang masih tertahan akibat kendala biaya. Langkah ini dilakukan agar bantuan dapat menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan.

"Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan bantuan diberikan secara tepat sasaran. Semoga ini membuka kesempatan bagi para lulusan untuk melanjutkan pendidikan maupun memperoleh pekerjaan," tuturnya.

Sementara itu, salah seorang penerima manfaat yang merupakan lulusan SMK Wiyata Mandala Bakti, Intan Mayundaya (19) mengaku bersyukur akhirnya dapat menerima ijazah aslinya setelah sebelumnya terkendala biaya kelulusan.

"Sebelumnya, saya hanya mengandalkan Surat Keterangan Lulus (SKL) saat melamar kerja. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah atas bantuan ini. Sekarang, saya bisa lebih percaya diri untuk mencari kerja," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5502 personNurito
  2. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1958 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye1932 personFakhrizal Fakhri
  4. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1911 personNurito
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1710 personAnita Karyati