Ratusan Sispala DKI Ikuti Sarasehan Lingkungan di Taman Bendera Pusaka
Ratusan Siswa Pecinta Alam (Sispala) DKI Jakarta mengikuti Sarasehan Lingkungan yang mengusung tema "Mengintegrasikan Ruang Terbuka Hijau, Ecogreen, dan Pendidikan Karakter Pelajar Jakarta" di Taman Bendera Pusaka, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pelaksanaan kegiatan dibuka pelaksanaannya oleh Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Selatan, Sarwoko.
"Kepedulian dan kecintaan terhadap lingkungan"
Sarwoko mengapresiasi kegiatan pelestarian lingkungan yang diinisiasi Forum Alumni Siswa Pecinta Alam (FASTA) bersama Sispala tersebut karena dapat memberikan dampak positif dalam menumbuhkan kepedulian pelajar terhadap lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah di sekolah.
Munjirin Dukung Festival Dayung Sispala di KBT Jadi Agenda TahunanMenurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan program Jaga Olah Sampah Sekolah (JOSS) yang menjadi salah satu program Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dalam mendorong pengelolaan sampah sejak dari lingkungan pendidikan.
"Saya menyambut sangat positif kegiatan ini. Mudah-mudahan memberikan dampak positif bagi para pelajar. Anak-anak yang tergabung dalam kelompok pencinta alam tentu memiliki kepedulian dan kecintaan terhadap lingkungan," ujarnya, Sabtu (31/10).
Sarwoko menjelaskan, program JOSS sudah dilaksanakan di berbagai sekolah di Jakarta. Puncak kegiatan tersebut direncanakan berlangsung di Lapangan Banteng pada 19 Desember mendatang dan diharapkan dibuka langsung oleh Gubernur DKI Jakarta.
"Saya berharap gerakan peduli lingkungan di sekolah tidak hanya berfokus pada pengurangan dan pengolahan sampah, tetapi juga diikuti dengan upaya penghijauan," terangnya.
Ia mengajak para pelajar untuk turut menanam dan merawat pohon di lingkungan sekolah maupun rumah agar Jakarta menjadi semakin hijau dan rindang. Keberadaan pepohonan juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas sirkulasi udara sehingga lingkungan belajar semakin nyaman.
"Saya minta adik-adik dan teman-teman bisa menghijaukan lingkungan sekolah. Bukan hanya ikut memilah sampah sampah, tetapi bagaimana pohon-pohon juga bisa tumbuh," ungkapnya.
Sarwoko menginginkan, kegiatan yang melibatkan siswa pecinta alam tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak sekolah.
"Mereka yang tergabung dalam Sispala ini dapat menjadi penggerak dan Duta Lingkungan untuk mengedukasi lebih banyak teman-temannya di sekolah masing-masing. Sehingga, budaya menjaga kebersihan, mengolah sampah, dan menghijaukan lingkungan dapat diterapkan secara konsisten," bebernya.
Ketua Dewan Pengarah FASTA DKI Jakarta, Rudi Nurcahyo memaparkan, berbagai kegiatan yang dilakukan bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Budaya peduli lingkungan harus ditumbuhkan sejak usia dini.
"Sangat penting tentunya menumbuhkan kepdulian lingkungan kepada para pelajar. Sebab, mereka adalah generasi mas depan yang juga harus kita pastikan agar tidak merusak lingkungan, tapi dapat menjaga dan melestarikan lingkungan," ucapnya.
Sementara itu, Ketua FASTA DKI Jakarta, Adjie Rimbawan menuturkan, Sarasehan Lingkungan ini diikuti lebih dari 400 peserta didik se-DKI Jakarta yang tergabung dalam Sispala.
"Kami akan terus mengadakan kegiatan yang bersifat edukatif maupun aksi nyata peduli lingkungan. Oragnisasi ini juga menjadi wadah bagi para pelajar untuk berkegiatan postif," imbuhnya.
Sementara itu, Siswa Pencinta Alam dari SMA Negeri 54 Jakarta, Angelica Refalina Sitorus mengaku sangat senang mengikuti kegiatan Sarasehan Lingkungan tersebut.
"Banyak wawasan yang didapat tentang perlunya menjaga dan melestarikan lingkungan. Kita juga bisa bertemu, menambah kawan, dan berbagi pengalaman dengan Sispala dari sekolah lain," tandasnya.
Untuk diketahui, dalam kegiatan Saresehan Lingkungan tersebut dilakukan aksi penanaman pohon di Taman Bendera Pusaka dan pemberian penghargaan kepada pecinta alam, Muhammad Gunawan atau akrab disapa Kang Gun.