Book Camp 2026 Jakut Diikuti 85 Pelajar
Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Sudin Pusip) Jakarta Utara kembali menyelenggarakan Book Camp 2026 bertema "Beyond the Pages". Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Kantor Sudin Pusip Jakarta Utara, 2-4 November 2026 dengan jumlah peserta 85 pelajar.
"Ruang belajar"
Para peserta merupakan perwakilan Duta Baca, Duta Buku, dan Duta Literasi dari 40 sekolah tingkat SMA dan sederajat di Jakarta Utara.
Bunda Literasi DKI Buka CIA Festival di Lapangan BantengKepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta, Nasrudin Djoko Surjono mengatakan, Duta Literasi Sekolah memiliki peran strategis sebagai penggerak minat baca di kalangan generasi muda.
Untuk itu, diperlukan penguatan kapasitas agar mereka mampu memberikan kontribusi nyata dalam membangun budaya literasi di lingkungan sekolah.
"Kalian adalah role model sekaligus penggerak di sekolah. Melalui kegiatan ini, kami membekali peserta dengan berbagai keterampilan, mulai dari pembangunan karakter, citra diri, public speaking, hingga kepenulisan," ujarnya, Senin (2/11).
Ia berharap, berbagai pembekalan tersebut dapat memperluas pemahaman peserta mengenai makna literasi. Sebab, literasi tidak hanya berkaitan dengan aktivitas membaca, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, mengembangkan kreativitas, serta meningkatkan kepedulian sosial.
"Literasi adalah sarana menumbuhkan empati dan karakter kepemimpinan masa depan. Manfaatkan ruang belajar ini untuk memperluas jejaring dan membawa perubahan positif," terangnya.
Kepala Suku Dinas Pusip Jakarta Utara, Irawan menjelaskan, tema "Beyond the Pages" diangkat untuk mengajak para pelajar memahami bahwa literasi tidak terbatas pada kegiatan membaca buku.
"Lebih dari itu, literasi dapat dikembangkan melalui berbagai bentuk kreativitas, komunikasi, dan ekspresi," ungkapnya.
Menurutnya, jumlah peserta tahun ini melampaui target yang telah ditetapkan. Hal tersebut menunjukkan tingginya antusiasme pelajar terhadap kegiatan pengembangan literasi.
"Antusiasme tahun ini melampaui target, dengan total 85 peserta. Kami ingin memastikan gelar Duta Literasi yang disandang para peserta didik tidak sekadar seremonial, tetapi mampu melahirkan ekosistem literasi yang aktif dan berkelanjutan," jelasnya.
Irawan menambahkan, rangkaian Book Camp 2026 dirancang secara terstruktur selama tiga hari dengan materi yang beragam.
Pada hari pertama, peserta mengikuti kegiatan team building untuk membangun kekompakan, memperkuat komunikasi, serta mempererat kolaborasi antarpelajar dari berbagai sekolah.
Memasuki hari kedua, peserta mendapatkan materi etika duta dan pelatihan public speaking profesional bersama Linda Lestari. Kegiatan juga diisi sesi berbagi inspiratif bersama penulis nasional, Pidi Baiq.
"Pada hari ketiga, peserta dibekali strategi kreasi konten literasi bersama pegiat literasi dan komunitas bookstagram, Nabila Putri dan Wahyu Nivianto. Harapannya, lahir kolaborasi literasi antarsekolah yang solid di Jakarta Utara," imbuhnya.
Sementara itu, pelajar dari SMA Negeri 45 Jakarta, Muhammad Dieno Hidayono mengaku mendapatkan pengalaman dan wawasan baru melalui kegiatan tersebut.
Sebagai Ketua Duta Baca yang mewakili sekolahnya, ia menilai, Book Camp 2026 menjadi kesempatan berharga untuk memperluas jaringan pertemanan, bertukar gagasan, serta membangun kolaborasi dengan pelajar dari sekolah lain.
"Kegiatan ini menjadi kesempatan saya untuk mengenal teman-teman dari sekolah lain. Kami juga bisa membangun relasi untuk mengembangkan program kerja duta baca," tandasnya.