Komite Musik DKJ Gelar IEMF 2026
Komite Musik Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) bekerja sama dengan Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (UP PKJ TIM) kembali menggelar International Ethnic Music Festival (IEMF) 2026 pada tanggal 6 hingga 10 November mendatang.
"Musik tradisional tidak bisa terlepas dari konteks kehidupan masyarakat,"
IEMF 2026 yang dihelat di kawasan TIM mengusung tema, "Tradisi Bunyi: Ritus, Tubuh, Ingatan" menyajikan pertunjukan musik tradisi, instalasi bunyi, diskusi publik dan masterclass workshop.
Ketua Komite Musik DKJ, Taufik Adam mengatakan, IEMF 2026 mempertemukan praktisi musik tradisi dari nusantara, Filipina, hingga Korea Selatan untuk mengeksplorasi musik tradisi sebagai sistem pengetahuan, nilai dan praktik sosial masyarakat pemiliknya.
UP PKJ TIM - Komite Musik DKJ Gelar PKIna 2026Festival diadakan bertujuan untuk membuka wawasan masyarakat luas seputar posisi penting musik tradisional dalam konteks kebudayaan.
"Musik tradisional tidak bisa terlepas dari konteks kehidupan masyarakat. Di dalam sebuah upacara, musik selalu bersinggungan dengan tari, gerak, doa, mantra, hingga elemen ekosistem lainnya," ujar Taufik Adam, Jumat (6/11).
Ia mengungkapkan, IEMF yang telah diselenggarakan sejak tahun 2019 secara konsisten memperhatikan ekosistem musik tradisi di nusantara. Dan pada tahun 2026 fokus dikembangkan melalui presentasi musik dalam konteks kebudayaan dengan tetap menghormati etika, batas kesakralan, dan otoritas masyarakat pemilik tradisi.
"Pertemuan ini memperluas pemahaman mengenai keberagaman praktik musikal sekaligus membuka pertukaran pengetahuan dan pendekatan kreatif dalam pengembangan musik," ungkapmya.
Ia menjelaskan, Komite Musik DKJ berharap penyelenggaraan IEMF 2026 membawa musik tradisional terus berada di tempat dan kedudukannya yang luhur di tengah masyarakat modern.
Kepala Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta (UP PKJ) Taman Ismail Marzuki, Harry Sanjaya menambahkan, IEMF 2026 juga membuka ruang dialog lintas wilayah dan negara melalui keterlibatan kelompok musik tradisi dari berbagai daerah di Indonesia serta Filipina, dan musisi tradisi dari Korea Selatan.
Pertemuan ini diharapkan memperluas pemahaman seputat keberagaman praktik musikal sekaligus membuka kemungkinan pertukaran pengetahuan dan pendekatan kreatif dalam pengembangan musik.
"IEMF 2026 menunjukkan bahwa musik tradisi tidak hanya perlu dilestarikan, tetapi juga terus diberi ruang untuk berkembang, berdialog, dan bertemu dengan generasi baru. Serta Taman Ismail Marzuki juga menjadi ruang hidup bagi keberagaman ekspresi budaya Jakarta," tambahnya.
Sekadar diketahui rangkaian IEMF 2026 yang berlangsung pada tanggal 6 hingga 10 November diisi pameran Instalasi Bunyi dan Etnografi, Masterclass Workshop dan pertunjukan musik tradisi yang digelar di Theater kecil TIM.