You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
PJU Gunakan LED, DKI Hemat Anggaran Listrik
photo Ilustrasi - Beritajakarta.id

PJU Gunakan LED, DKI Hemat Anggaran Listrik

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yakin anggaran pembayaran listrik hingga Rp 400 miliar bisa dihemat. Hal itu jika semua penerangan jalan umum (PJU) menggunakan light emitting deoda (LED). Setiap tahun, anggaran pembayaran listrik di Ibukota mencapai Rp 1,3 triliun.

Kalau langsung diganti LED semua, kami akan hemat sampai Rp 400 miliar per tahun untuk bayar listrik

"Kalau langsung diganti LED semua, kami akan hemat sampai Rp 400 miliar per tahun untuk bayar listrik," kata Basuki, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (23/11).

Terlebih, jika menggunakan menggunakan merek lampu terkenal, maka akan menghemat biaya perawatan juga. Sebab biasanya jika menggunakan merk terkenal maka akan awet hingga 5 tahun.

Anggaran Pengadaan Lampu DPE 2016 Dipangkas

"Sekarang lampu masih banyak yang padam. Saya kumpulin duitnya, saya pasang lampu minimal 2 sampai 3 kotak di perusahaan lampu yang terkenal, dia jamin 5 tahun," ucapnya.

Selain itu, jika menggunakan lampu merek terkenal mereka menggunakan sistem komputerisasi untuk pengecekan. Sehingga tidak perlu lagi membayar petugas untuk pengecekan PJU.

"Kapan lampu mati dia kasih tanda. Terus selama lima tahun dia ganti terus. Kenapa kami nggak mau bayar kayak gitu?," tanya Basuki.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5115 personNurito
  2. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1826 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1768 personNurito
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye1614 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1541 personAnita Karyati