You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 Taman Interaktif di Paseban Segera Rampung
photo Yopie Oscar - Beritajakarta.id

Taman Interaktif di Paseban Segera Rampung

Lahan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta seluas 200 meter persegi di RT 12/03, Kelurahan Paseban, Senen, Jakarta Pusat dijadikan taman interaktif warga. Saat ini, pembuatan taman tersebut sudah berjalan 98 persen.

Itu dulunya MCK peninggalan di zaman Belanda dan tidak pernah dimanfaatkan lagi. Nantinya, MCK itu akan tetap ada bersama dengan taman, jadi lebih tertata

Kasudin Pertamanan dan Pemakaman Jakarta Pusat, Putut Widya Martata mengatakan, sebelumnya lokasi tersebut merupakan tempat keperluan mandi cuci kakus (MCK) yang diusulkan oleh tokoh masyarakat setempat untuk dijadikan taman interaktif.

"Itu dulunya MCK peninggalan di zaman Belanda dan tidak pernah dimanfaatkan lagi. Nantinya, MCK itu akan tetap ada bersama dengan taman, jadi lebih tertata," ujarnya, Senin (23/11).

Perbaikan Taman di Jakpus Capai 98 Persen

Untuk pembuatan taman sendiri, kata Putut, pihaknya telah menganggarkan sebesar Rp 94 juta. Nantinya ,tambahnya, taman akan dilengkapi dengan fasilitas bermain anak, jogging track dan tanaman-tanaman baik tanaman lindung, hias maupun produktif.

"Ada pohon mangganya juga, nanti pengadaannya kita koordinasi dengan Sudin KPKP (Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan)," tandas Putut.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

    access_time17-09-2026 remove_red_eye3445 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

    access_time19-09-2026 remove_red_eye2333 personFakhrizal Fakhri
  3. Rencana Penataan Kawasan Jalan Tambora Disosialisasikan

    access_time21-09-2026 remove_red_eye1176 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

    access_time19-09-2026 remove_red_eye927 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Tarif LRT Kelapa Gading-Manggarai Didorong Terjangkau dan Terintegrasi

    access_time21-09-2026 remove_red_eye913 personFakhrizal Fakhri