You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Angkot di Pasar Minggu Akan di Arahkan Melintas Jalan Rajawali
photo Rudi Hermawan - Beritajakarta.id

Angkot di Pasar Minggu Diarahkan Melintasi Jl Rajawali

Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta akan melakukan rekayasa pengalihan arus lalu lintas terhadap angkutan kota (angkot) dari arah Jalan Raya Ragunan menuju Jalan Raya Pasar Minggu melewati Jalan Buntu, tepatnya belakang Terminal Pasar Minggu.

Jadi semua Mikrolet diarahkan lewat Jalan Rajawali belakang terminal, sedangkan Metromini langsung lurus masuk terminal

"Jadi semua Mikrolet diarahkan lewat Jalan Rajawali belakang terminal, sedangkan Metromini langsung lurus masuk terminal," kata Andri Yansyah, Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta di Pasar Minggu, Senin (14/12).

Andri menyampaikan, pengalihan lalu lintas terhadap angkot yang melintas di Jalan Rajawali, bertujuan agar lokbin yang berada di jalan tersebut ramai pembeli. Sehingga tidak ada alasan pedagang tidak mau direlokasi.

149 PKL Pasar Minggu Direlokasi ke Lokbin

"Selama ini pedagang tidak mau ditempatkan di belakang, karena tidak ada konsumen. Dan dengan masuknya Mikrolet, maka tidak ada alasan lagi pedagang tidak mau ditempatkan di belakang," ujar Andri.

Andi menambahkan, pihaknya akan segera memasang sejumlah rambu lalu lintas dan menambah Moverable Conrete Barrier (MCB).

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6727 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5658 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye2723 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2103 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1871 personAnita Karyati