You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
photo Yopie Oscar - Beritajakarta.id

Basuki Persilahkan Perusahaan Lokal Bersihkan Tugu di Jakarta

Setelah sukses membersihkan Monumen Nasional (Monas), Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, mengajak perusahaan lokal lain untuk turut serta membersihkan sejumlah monumen penting lainnya di ibu kota. Namun, diharapkan kerjasama pembersihan tersebut Pemprov DKI Jakarta tidak mengeluarkan biaya.

Profesionalnya ditunjukkan bukan hanya dari profesional panjat tebing, tetapi apakah mereka pernah mengerjakan monumen nasional dunia? Itu saja. Saya tidak mau ambil risiko kalau cuma ngaku-ngaku. Kalau cuma manjat, banyak yang bisa

"Silakan saja (dibersihkan), yang penting gratis," ucap Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama di Balaikota, Selasa (20/5).

Diakui Basuki, Pemprov DKI sempat menawarkan kepada perusahaan swasta lain untuk turut serta membersihkan monumen-monumen di Jakarta, setelah pembersihan Monumen Nasional (Monas) diberikan pada tim Karcher. Namun, tidak ada perusahaan yang merespon tawaran tersebut.

Pengunjung Monas Diajak Bersihkan Sampah

"Bagi swasta yang lain jangan ribut lagi. Jangan karena orang sudah bersihkan, baru bilang mau," ungkapnya.

Sekadar diketahui, Asosiasi Rope Access Indonesia (ARAI) dan Asosiasi Pengusaha Klining Servis Indonesia (Apklindo) memprotes Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama yang menilainya tidak memihak perusahaan lokal dalam kegiatan pembersihan Monas.

Padahal, sejak 2010, mereka sudah berkeinginan membersihkan Tugu Monas, tetapi belum dapat respons dari Pemprov DKI Jakarta.

Menanggapi hal tersebut, Basuki menjelaskan, Pemprov DKI telah membuat sejumlah persyaratan bagi pihak yang berminat untuk membersihkan Monas. Sejumlah syarat yang diminta diantaranya profesionalitas serta tidak memungut bayaran untuk kerja sama pembersihan monumen.

Mantan Bupati Belitung Timur ini menambahkan, perusahaan asing, Karcher dinilai profesional karena telah berpengalaman membersihkan sejumlah bangunan terkenal di berbagai belahan dunia.

"Profesionalnya ditunjukkan bukan hanya dari profesional panjat tebing, tetapi apakah mereka pernah mengerjakan monumen nasional dunia? Itu saja. Saya tidak mau ambil risiko kalau cuma ngaku-ngaku. Kalau cuma manjat, banyak yang bisa," jelasnya.

Basuki meminta, agar polemik seputar proyek pembersihan Monas tidak diperpanjang. "Masih banyak monumen yang perlu dibersihkan. Monumen Dirgantara Pancoran, Tugu Selamat Datang, kok tidak ada yang ribut mau bersihkan, sih," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Aksi Humanis Petugas Transjakarta Bantu Lansia Tuai Apresiasi

    access_time15-10-2026 remove_red_eye14387 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Surveilans Influenza A di Jakarta Diperkuat, Warga Diimbau Tetap Tenang dan Waspada

    access_time16-10-2026 remove_red_eye3399 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Satpol PP Ungkap Kronologi Penyerangan Anggota Usai Penertiban di Kebayoran Baru

    access_time12-10-2026 remove_red_eye2138 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. Hattrick, Transjakarta Pertahankan Predikat Terbaik Pertama Pengelolaan Arsip

    access_time15-10-2026 remove_red_eye1838 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Pembangunan SPBU di Tiga Pulau Ditarget Segera Terealisasi

    access_time15-10-2026 remove_red_eye1074 personAnita Karyati