You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pintu Air Pasar Ikan Siaga 2
photo Doc - Beritajakarta.id

Pintu Air Pasar Ikan Siaga 2

Debit air di Pintu Air Pasar Ikan meningkat. Tercatat pada pukul 12.00 ketinggian mencapai 201 sentimeter. Dengan ketinggian tersebut, ditetapkan status siaga 2.

Tadi pagi statusnya normal, tapi mulai pukul 08.00 terus naik secara bertahap. Sekarang ketinggian 201 sentimeter

Petugas piket Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Desmanto mengatakan, pagi hari, Pintu Air Pasar Ikan berstatus siaga 4 dengan ketinggian 161 sentimeter . Kondisi tersebut sampai saat ini meningkat.

Dua Pintu Air akan Dibangun di Kampung Pulo

"Tadi pagi statusnya normal, tapi mulai pukul 08.00 terus naik secara bertahap. Sekarang ketinggian 201 sentimeter," kata Desmanto, Kamis (28/1).

Perlu diketahui, batas ketinggian air di Pintu Air Pasar Ikan memasuki siaga 3 jika ketinggian mencapai 170-190 sentimeter. Pintu Air memasuki siaga 2 jika ketinggian mencapai 200-249 sentimeter.

Sementara siaga 1 baru akan ditetapkan jika ketinggian air melebihi 250 sentimeter. Jika ketinggian air terus naik, sejumlah wilayah akan terkena dampak banjir. Seperti Cilincing, Kali baru, Koja, Lagoa, Tanjung Priok, Kebon Bawang, Ancol, Penjaringan, Pluit, Kapuk Muara, dan Kamal Muara.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Transjakarta Apresiasi Pelanggan Cilik Pengguna Setia Mikrotrans di Jaktim

    access_time11-10-2026 remove_red_eye29615 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Tera Perangkat SPKLU Pastikan Pengukuran Energi Listrik Akurat

    access_time09-10-2026 remove_red_eye11690 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Aksi Humanis Petugas Transjakarta Bantu Lansia Tuai Apresiasi

    access_time15-10-2026 remove_red_eye4864 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. MRT Jakarta Integrasikan Pembayaran Tiket JakLingko Mulai 12 Oktober 2026

    access_time09-10-2026 remove_red_eye4024 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Satpol PP Ungkap Kronologi Penyerangan Anggota Usai Penertiban di Kebayoran Baru

    access_time12-10-2026 remove_red_eye1802 personAldi Geri Lumban Tobing