You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pertumbuhan Ekonomi di DKI Jakarta Melambat
photo Rudi Hermawan - Beritajakarta.id

Ekonomi di Jakarta Tumbuh 6,48 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta menyampaikan, perekonomian di Ibukota Jakarta pada triwulan IV tahun 2015 tumbuh lebih cepat jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2014. Selama kurun waktu tersebut, pertumbuhan ekonomi melesat dari semula 6, 16 persen di tahun 2014 menjadi 6, 48 persen di 2015.

Ekonomi Jakarta triwulan IV-2015 bila dibandingkan triwulan IV-2014 tumbuh sebesar 6,48 persen

"Ekonomi Jakarta triwulan IV-2015 bila dibandingkan triwulan IV-2014 tumbuh sebesar 6,48 persen lebih cepat bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 6,16 persen," kata Syech Suhaimi, Kepala BPS DKI Jakarta, Jumat (5/2).

Syech mengungkapkan, dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi paling tinggi dicapai dari lapangan usaha jasa keuangan sebesar 10, 72 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi berasal dari pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 5, 04 persen. Di luar triwulan itu, pertumbuhan ekonomi di Ibukota terjadi perlambatan dari 5, 19 persen di 2014, menjadi 5, 88 persen di 2015.

Pertumbuhan Ekonomi DKI Diprediksi Capai 6,3 Persen

Menurutnya, lambatnya pertumbuhan ekonomi tersebut dipengaruhi lesunya pertumbuhan ekonomi dari tiga sektor yakni sektor transportasi, sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan.

"Sektor transportasi juga terjadi perlambatan dari 13,79 persen tahun 2014 menjadi 8,99 persen tahun 2015. Tiga sektor inilah yang mendukung ekonomi Jakarta," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1201 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1192 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye997 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye956 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye863 personBudhi Firmansyah Surapati