You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Jelang Ramadhan Stok Beras Masih Aman
photo Doc - Beritajakarta.id

Jelang Ramadhan, Stok Beras di Jakarta Aman

Warga ibu kota tak perlu khawatir dengan keberadaan stok beras di pasaran menjelang bulan Ramadhan 1435 Hijriah. Sebab, stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan puasa bahkan hingga Lebaran nanti.

Saat ini, stok beras masih sangat aman. Di gudang beras milik para pedagang di pasar ini jumlahnya sekitar 20 ton. Pasokan beras juga masih stabil 2.800 -3.000 ton per hari

Staf Pusat Data Pangan  PT Food Station Tjipinang Jaya Selaku Pengelola Pasar Induk Beras Cipinang, Eri Muhtarsyid, mengatakan, pasokan dan stok beras saat ini masih sangat stabil.

“Saat ini, stok beras masih sangat aman. Di gudang beras milik para pedagang di pasar ini jumlahnya sekitar 20 ton. Pasokan beras juga masih stabil 2.800 -3.000 ton per hari,” ujar Eri Muhtarsyid, Jumat (6/6).

Stok Beras untuk Korban Banjir Aman

Pasokan beras terbesar berasal dari daerah Jawa Barat seperti Karawang, Cirebon, Bandung, Cianjur, Garut, Sukabumi, dan daerah sekitarnya. Pasokan ini didukung dari daerah Jawa Tengah, seperti Tegal, Purwokerto, Demak, dan Kudus. Serta dari daerah Kediri dan Lumajang di Jawa Timur.

Menurutnya, biasanya lonjakan permintaan pasar hanya terjadi saat minggu pertama bulan Ramadhan. Karena biasanya warga ramai-ramai mengumpulkan stok, agar tak mondar-mandir ke pasar. Namun pada minggu kedua dan ketiga kembali normal. Sedangkan minggu keempat biasanya justru mulai sepi karena banyak warga ibu kota mudik lebaran.

Ketua Persatuan penggilingan Padi DKI Jakarta, Neli Sukidi, mengatakan, yang perlu diantisipasi tahun ini adalah masalah puso dan dampak banjir kemarin. Antisipasi ini bukan hanya untuk kebutuhan jelang Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri 1435 H, akan tetapi untuk kebutuhan seterusnya. Setidaknya pemerintah harus menyiapkan stok beras yang cukup. Apalagi pada bulan Juli nanti ada Pemilu Presiden (Pilpres), dimana kebutuhan beras dipastikan akan semakin meningkat tajam.

“Pemerintah jangan main-main dengan stok beras. Karena banyak momen dimana kebutuhan beras akan meningkat. Kalau memang harus mengambil sikap impor, ya lakukan saja. Sekali lagi jangan main-main dengan stok beras, karena ada masalah cukup besar di petani pada tahun ini, yakni masalah puso dan banjir. Belum lagi distribusi pupuk yang beberapa kali bermasalah dan terjadi kelangkaan,” ujar Neli Sukidi.

Menurutnya, saat ini petani hanya beharap pada panen kedua yang dimulai bulan Juli mendatang. Jika panen aman, maka stok gabah akan aman. Jika tidak, pemerintah harus menyiapkan stok beras.

Sementara harga beras saat ini masih terbilang fluktuatif dan stabil. Mislanya untuk beras jenis IR 3 Rp 7.700-7.800 per kilogram naik dari sebelumnya Rp 7.500-7.600 per kilogram.

Kemudian IR 2 Rp 8.000 - 8.100 per kilogram, IR 1 Rp 8.200-8.300, IR super Rp 85 ribuan. Kenaikan harga beras dalam sepekan ini rata-rata hanya Rp 100-200 per kilogram. Kenaikan ini masih dianggap wajar dan fluktuatif.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Penanganan Darurat Turap Longsor di Kali Baru Capai 90 Persen

    access_time19-02-2026 remove_red_eye6199 personNurito
  2. Simak Jadwal Pendaftaran dan Verifikasi Mudik Gratis Pemprov DKI

    access_time18-02-2026 remove_red_eye3810 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Warga RW 06 Pekayon Berbagi Takjil ke Pengendara

    access_time21-02-2026 remove_red_eye3056 personNurito
  4. Ini Aturan Penyelenggaraan Usaha Pariwisata Selama Ramadan dan Idulfitri 1447 H

    access_time17-02-2026 remove_red_eye2968 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Wagub Bersilaturahmi dengan Warga di Masjid Lautze

    access_time21-02-2026 remove_red_eye1578 personFolmer